Akurat Logo

Trump Umumkan Israel dan Hizbullah Sepakat untuk Menghentikan Pertempuran, Netanyahu Tetap Tebar Ancaman

Fitra Iskandar | 2 Juni 2026, 06:25 WIB
Trump Umumkan Israel dan Hizbullah Sepakat untuk Menghentikan Pertempuran, Netanyahu Tetap Tebar Ancaman
Bendera Hizbullah. Foto: Unsplash

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Israel dan kelompok Hizbullah telah sepakat menghentikan aksi saling serang. Menurut Trump, kedua pihak mencapai kesepakatan setelah pembicaraan yang disebutnya berlangsung produktif.

Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social pada Senin (1/6/2026), Trump mengatakan dirinya telah berbicara langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan juga berkomunikasi melalui perwakilan tingkat tinggi Hizbullah.

"Saya berbicara dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan tidak akan ada pasukan yang masuk ke Beirut. Pasukan yang sebelumnya bergerak ke arah tersebut telah diputar balik," tulis Trump.

Ia juga mengklaim Hizbullah telah menyetujui penghentian seluruh aksi penembakan, sementara Israel disebut tidak akan melancarkan serangan baru terhadap kelompok yang didukung Iran tersebut.

Pernyataan Trump muncul setelah kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Teheran menangguhkan dialog dengan para mediator internasional sebagai bentuk protes atas perluasan operasi militer Israel di Lebanon yang menargetkan Hizbullah.

Trump juga mengungkapkan bahwa pembicaraan antara Washington dan Teheran masih berlangsung dengan cepat meskipun sebelumnya sempat mengalami hambatan akibat eskalasi konflik di Lebanon.

"Pembicaraan dengan Republik Islam Iran terus berlangsung dengan kecepatan tinggi," tulis Trump dalam unggahan terpisah.

Netanyahu Bantah Kesan Gencatan Senjata

Namun, klaim Trump mengenai kesepakatan penghentian serangan langsung mendapat respons berbeda dari Netanyahu.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis kantornya, pemimpin Israel itu menegaskan bahwa militer Israel tetap siap melancarkan serangan ke Beirut apabila Hizbullah terus menyerang wilayah Israel.

"Saya telah berbicara dengan Presiden Trump malam ini dan menyampaikan bahwa jika Hizbullah tidak menghentikan serangan terhadap kota-kota dan warga kami, Israel akan menyerang target-target teroris di Beirut," kata Netanyahu.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana kesepakatan yang diklaim Trump benar-benar telah diterima oleh kedua pihak.

Meski demikian, Trump kembali menegaskan bahwa Netanyahu telah membatalkan rencana operasi besar ke Beirut dan menyebut kesepakatan penghentian tembakan masih berlaku.

"Mari kita lihat berapa lama ini bertahan. Semoga berlangsung selamanya," tulis Trump, bahkan menambahkan kata "ETERNITY!" dalam unggahannya.

Ketegangan AS-Israel Muncul di Tengah Perundingan Iran

Di tengah perkembangan tersebut, laporan media Amerika Serikat Axios menyebut hubungan Trump dan Netanyahu mengalami ketegangan terkait konflik kawasan.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa Trump dikabarkan menyebut Netanyahu bertindak "gila" karena langkah-langkah militernya dinilai berisiko menggagalkan upaya perdamaian dengan Iran.

Ketegangan muncul saat Amerika Serikat dan Israel masih terlibat dalam konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026 dan menargetkan Iran.

Sebelum mengumumkan klaim kesepakatan Israel-Hizbollah, Trump juga sempat memberikan sinyal yang berbeda mengenai masa depan negosiasi dengan Teheran.

Dalam wawancara dengan CNBC, Trump mengatakan dirinya tidak terlalu peduli jika pembicaraan dengan Iran berakhir tanpa kesepakatan.

"Sejujurnya, saya mulai merasa pembicaraan itu sangat membosankan," ujar Trump.

Kepada NBC News, Trump juga mengaku belum menerima informasi resmi mengenai keputusan Iran menangguhkan perundingan. Namun ia menilai terlalu banyak komunikasi justru dapat menghambat proses diplomasi.

"Saya pikir diam untuk sementara waktu mungkin lebih baik, dan itu bisa berlangsung cukup lama," katanya.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan situasi di Timur Tengah masih sangat dinamis. Meski Trump mengklaim adanya penghentian serangan antara Israel dan Hizbullah, pernyataan keras Netanyahu mengindikasikan ancaman eskalasi militer di Lebanon masih belum sepenuhnya berakhir.

 Sumber: Koreatimes

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.