AS Kembali Gempur Iran Malam Keenam Berturut-turut, Bandar Abbas Diguncang Serangan

AKURAT.CO Amerika Serikat kembali melancarkan gelombang serangan militer ke wilayah Iran pada Kamis (17/7/2026) waktu setempat. Operasi ini menandai malam keenam berturut-turut serangan Washington terhadap target-target militer Iran, di tengah pernyataan Gedung Putih bahwa jalur diplomasi dengan Teheran masih terbuka.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi terbaru dimulai sekitar pukul 14.00 waktu Pantai Timur AS (18.00 GMT) dengan sasaran fasilitas dan kemampuan militer Iran.
"Komando Pusat Amerika Serikat memulai gelombang baru serangan terhadap Iran untuk semakin melemahkan kemampuan militernya," demikian pernyataan resmi CENTCOM.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, televisi pemerintah Iran melaporkan adanya serangan menggunakan proyektil Amerika yang menghantam sejumlah kawasan di sekitar Bandar Abbas, kota pelabuhan terbesar Iran yang memiliki nilai strategis karena berada di pesisir Selat Hormuz.
Media semi-resmi Mehr News Agency juga melaporkan adanya serangan di sekitar Pulau Qeshm, kawasan penting yang menjadi bagian dari pertahanan Iran di Teluk Persia.
Gedung Putih: Iran Masih Ingin Mencapai Kesepakatan
Meski operasi militer terus berlangsung, Gedung Putih menegaskan bahwa komunikasi dengan Teheran belum terputus.
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan Iran masih menyampaikan keinginan untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
"Iran masih terus berkomunikasi dengan Amerika Serikat dan menyatakan ingin membuat kesepakatan karena mereka sedang mengalami pukulan yang sangat besar akibat operasi militer Amerika," ujar Leavitt dalam konferensi pers.
Namun, ia menegaskan Presiden Donald Trump tidak akan membiarkan tindakan Iran di Selat Hormuz berlangsung tanpa konsekuensi.
Menurut Leavitt, Washington akan terus merespons setiap ancaman terhadap keamanan pelayaran internasional, sembari menegaskan bahwa Trump tetap membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik.
Bandar Abbas dan Pulau Qeshm Jadi Target Strategis
Serangan terbaru merupakan bagian dari operasi Amerika Serikat untuk melemahkan posisi militer Iran di sepanjang pesisir selatan yang menghadap Selat Hormuz.
Bandar Abbas merupakan pelabuhan komersial terbesar Iran sekaligus pangkalan penting Angkatan Laut Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Sementara Pulau Qeshm memiliki posisi strategis dalam pengawasan lalu lintas kapal di kawasan Teluk Persia.
Washington menilai fasilitas-fasilitas militer di wilayah tersebut digunakan Iran untuk mengancam kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Krisis Selat Hormuz Kian Memanas
Serangan terbaru terjadi ketika arus pelayaran komersial di Selat Hormuz masih mengalami gangguan serius akibat meningkatnya konflik antara kedua negara.
Ketegangan meningkat setelah Iran memperketat pengawasan di jalur pelayaran strategis tersebut, yang kemudian dibalas Amerika Serikat dengan langkah-langkah militer dan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan ini kembali memicu kenaikan harga minyak global serta meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas perdagangan dan keamanan energi internasional.
Sumber: Indiatoday
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





