AS Hapus Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme Setelah 47 Tahun

AKURAT.CO Amerika Serikat secara resmi menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme setelah 47 tahun berada dalam daftar tersebut. Keputusan ini membuka peluang baru bagi investasi swasta dan menjadi langkah penting bagi upaya Suriah kembali terintegrasi ke dalam perekonomian global.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan keputusan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap langkah positif pemerintah Suriah yang dinilai berupaya menjauhkan negara itu dari aktivitas terorisme internasional.
“Keputusan ini memberikan Suriah jalan menuju kemakmuran,” kata Rubio pada Senin.
Pencabutan status tersebut menjadi salah satu perubahan terbesar dalam kebijakan Washington terhadap Suriah setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad.
Status Sponsor Terorisme Dicabut Setelah 47 Tahun
Suriah masuk dalam daftar negara sponsor terorisme Amerika Serikat sejak 1979. Status tersebut membawa konsekuensi ekonomi dan diplomatik yang berat.
Sanksi yang terkait dengan daftar tersebut mencakup pembatasan bantuan luar negeri AS, pembatasan ekspor dan penjualan produk pertahanan, serta sanksi finansial terhadap pihak yang melakukan transaksi tertentu dengan negara yang masuk daftar.
Dengan keluarnya Suriah, kini hanya tersisa tiga negara dalam daftar negara sponsor terorisme AS, yakni Kuba, Korea Utara, dan Iran.
Keputusan Washington diperkirakan dapat memberikan ruang lebih besar bagi perusahaan swasta asing untuk mempertimbangkan investasi di Suriah.
Pemerintahan Trump Rangkul Presiden Baru Suriah
Langkah terbaru Washington menunjukkan perubahan drastis dalam hubungan AS dengan pemerintah Suriah di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa.
Sharaa sebelumnya merupakan tokoh militan yang pernah menjadi buronan Amerika Serikat ketika memimpin kelompok yang memiliki hubungan dengan jaringan al-Qaeda.
Kelompok yang dipimpinnya, Hayat Tahrir al-Sham (HTS), juga sebelumnya masuk daftar organisasi teroris Amerika Serikat.
HTS, yang sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusra, pernah menjadi afiliasi al-Qaeda di Suriah sebelum Sharaa memutuskan hubungan dengan jaringan jihad tersebut pada 2016.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






