Akurat Logo

Pemukim Israel Diduga Bakar 799 Properti Palestina di Tepi Barat, Ribuan Warga Kehilangan Rumah

Fitra Iskandar | 29 Agustus 2026, 14:11 WIB
Pemukim Israel Diduga Bakar 799 Properti Palestina di Tepi Barat, Ribuan Warga Kehilangan Rumah
Pemukim Israel bakar 799 properti Palestina di Tepi Barat, ribuan warga kehilangan rumah - Yenisafak

AKURAT.CO Komisi Palestina untuk Perlawanan terhadap Kolonisasi dan Tembok Pemisah melaporkan hampir 89 persen aksi pembakaran yang menyasar rumah, bangunan, dan kendaraan warga Palestina di Tepi Barat diduduki sejak Januari 2023 diduga dilakukan oleh pemukim Israel.

Dalam laporan yang dirilis Jumat, komisi tersebut menyebut gelombang serangan pembakaran terus meningkat selama tiga tahun terakhir dan telah memaksa ribuan warga Palestina mengungsi dari komunitas mereka.

900 Serangan Pembakaran Terdokumentasi

Laporan yang mencakup periode Januari 2023 hingga 10 Juli 2026 mendokumentasikan 900 insiden pembakaran terhadap properti warga Palestina.

Sebanyak 799 serangan atau 88,8 persen dikaitkan dengan pemukim Israel, sementara 101 insiden lainnya disebut melibatkan tentara Israel.

Komisi mencatat jumlah serangan meningkat setiap tahun, dari 217 kasus pada 2023, menjadi 264 kasus pada 2024, lalu melonjak menjadi 307 kasus pada 2025. Hingga 10 Juli 2026 saja, telah tercatat 112 insiden tambahan.

Wilayah Nablus menjadi daerah paling terdampak dengan 281 kebakaran, disusul Kegubernuran Ramallah dan Al-Bireh yang mencatat 271 kasus.

Lebih dari 6.200 Warga Palestina Mengungsi

Komisi Palestina menyatakan eskalasi kekerasan tersebut telah menyebabkan lebih dari 6.200 warga Palestina kehilangan tempat tinggal dari 121 komunitas, termasuk lebih dari 3.000 anak-anak.

Selain itu, sebanyak 46 desa dilaporkan ditinggalkan seluruh penduduknya akibat meningkatnya ancaman dan serangan yang berulang.

Menurut komisi, aksi pembakaran merupakan bagian dari pola kekerasan yang didukung oleh lingkungan politik yang memberikan impunitas kepada para pelaku.

Komisi menilai pemerintah Israel telah menciptakan lingkungan yang memfasilitasi tindakan tersebut dengan melindungi pemukim dan membiarkan serangan terus berulang.

Pos Permukiman Ilegal Disebut Jadi Titik Awal Serangan

Laporan tersebut juga menyoroti semakin seringnya pos-pos permukiman ilegal dijadikan titik awal berbagai aksi terhadap warga Palestina, mulai dari pembakaran, penutupan jalan, hingga pembatasan akses menuju lahan pertanian dan sumber air.

Komisi memperingatkan bahwa meningkatnya kekerasan pemukim berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan di Tepi Barat, terutama bagi komunitas pedesaan yang bergantung pada lahan dan pertanian sebagai sumber penghidupan.

Sumber: Yenisafak

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.