Trump Klaim AS Hampir Kuasai Selat Hormuz, Sebut Ekonomi Iran di Ambang Kolaps

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Washington kini memiliki "hampir kendali penuh" atas Selat Hormuz. Trump juga menyebut ekonomi Iran sedang "benar-benar runtuh" di tengah eskalasi konflik militer antara kedua negara.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social beberapa jam setelah militer AS melancarkan gelombang terbaru serangan udara terhadap target-target Iran. Dalam unggahannya, Trump juga membantah laporan ABC News yang menyebut dirinya berupaya memaksa Teheran kembali ke meja perundingan.
"Saya tidak berusaha memaksa Iran kembali ke meja perundingan. Saya sama sekali tidak peduli apakah mereka menandatangani kesepakatan yang tidak berarti bagi mereka," tulis Trump.
Ia menambahkan bahwa situasi saat ini lebih menguntungkan bagi Amerika Serikat karena, menurutnya, AS telah memperoleh "hampir kendali total" atas Selat Hormuz, sementara ekonomi Iran terus melemah.
Trump bahkan menyerukan rakyat Iran untuk menentang pemerintah mereka.
"Kapan rakyat Iran akan bangkit dan melawan?" tulisnya.
Iran Bantah Klaim Trump
Sejak konflik kembali memanas pada Februari 2026, Trump beberapa kali menyatakan bahwa AS berhasil menguasai Selat Hormuz. Namun, pemerintah Iran menolak klaim tersebut dan menegaskan jalur pelayaran strategis itu tetap berada di bawah kendali Teheran.
Ketegangan terbaru meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan udara pada Selasa, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan terhadap aset dan pangkalan militer AS di Yordania, Bahrain, dan Irak.
Serangan tersebut menyusul baku tembak pada akhir pekan serta insiden penyerangan terhadap dua kapal tanker yang baru meninggalkan Selat Hormuz sehari sebelumnya.
Harga Minyak Melonjak
Memanasnya situasi di Selat Hormuz langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak dunia melonjak lebih dari USD4 per barel dan ditutup pada level tertinggi dalam lima pekan akibat kekhawatiran terganggunya pasokan minyak internasional.
Selat Hormuz merupakan jalur transit sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut berdampak langsung terhadap harga energi global.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya menyatakan serangan Amerika justru akan "memperketat penutupan" Selat Hormuz. Pejabat Iran juga memperingatkan bahwa apabila Teheran tidak diizinkan mengekspor minyak melalui Teluk Persia, maka negara lain juga tidak akan dapat melakukannya.
Di sisi lain, Trump menegaskan dirinya tidak lagi percaya pada peluang kesepakatan damai dengan Iran. Menurutnya, perjanjian dengan Teheran "tidak sebanding dengan kertas tempat perjanjian itu ditulis" dan Iran telah diberi terlalu banyak kesempatan.
Sumber: Indiatoday
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








