Akurat Logo

Bank Sentral Belanda Pindahkan 86 Ton Emas dari AS dan Kanada ke London

Fitra Iskandar | 2 September 2026, 20:10 WIB
Bank Sentral Belanda Pindahkan 86 Ton Emas dari AS dan Kanada ke London
Ilustrasi, harga emas - Canva

AKURAT.CO Bank sentral Belanda, De Nederlandsche Bank (DNB), memindahkan sekitar 86 ton cadangan emas dari Amerika Serikat dan Kanada ke London. Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

DNB menyatakan pemindahan dilakukan karena emas yang disimpan di London dinilai lebih mudah diperdagangkan dibandingkan cadangan yang berada di New York dan Ottawa.

“Hal ini membuat DNB dapat mengerahkan emas dengan lebih cepat dalam situasi krisis,” kata DNB dalam pernyataannya, Rabu.

Presiden DNB Olaf Sleijpen mengatakan langkah tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan dan ketahanan bank sentral menghadapi kemungkinan situasi darurat.

“Kami berasumsi bahwa kami tidak akan pernah perlu menggunakan emas tersebut, tetapi tetap penting untuk memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan kami,” ujar Sleijpen.

Cadangan Emas Belanda Capai 612,4 Ton

DNB mencatat total cadangan emas Belanda mencapai 612,4 ton pada akhir 2025. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar €72,2 miliar.

Sebelum pemindahan dilakukan, sekitar 31,3 persen cadangan emas Belanda berada di New York, sementara 19,7 persen tersimpan di Ottawa.

Setelah relokasi, porsi emas yang berada di masing-masing Amerika Serikat dan Kanada turun menjadi 18,5 persen. Sebaliknya, porsi cadangan emas di London meningkat signifikan, dari 18,1 persen menjadi 32,1 persen.

Sementara itu, sekitar 30,8 persen cadangan emas Belanda tetap disimpan di dalam negeri.

Sebagian Emas Dipindahkan Secara Fisik

DNB menjelaskan bahwa proses pemindahan 86 ton emas tersebut dilakukan melalui kombinasi transaksi jual beli dan pemindahan emas secara fisik.

Lebih dari 27 ton emas fisik dipindahkan dari Amerika Serikat dan Kanada ke fasilitas DNB di Zeist, Belanda. Dalam jumlah yang sama, emas kemudian dipindahkan dari Zeist ke London.

Metode tersebut memungkinkan DNB menghindari proses peleburan kembali batangan emas yang sudah ada.

“Dengan menggabungkan transaksi jual beli dan transportasi fisik, risiko yang terkait dengan pemindahan emas dalam jumlah besar dapat disebarkan,” kata DNB.

Relokasi ini menunjukkan bagaimana bank sentral mulai memperhitungkan faktor geopolitik dalam pengelolaan cadangan strategis, terutama untuk memastikan aset tersebut tetap mudah diakses dan diperdagangkan ketika terjadi krisis.

Sumber: Euronews

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.