Akurat
Pemprov Sumsel

Inggris Hentikan Pembongkaran Menara Grenfell karena Polemik Jejak Tangan dan Coretan "Allahu Akbar" di Dinding

Fitra Iskandar | 4 Maret 2026, 11:50 WIB
Inggris Hentikan Pembongkaran Menara Grenfell karena Polemik Jejak Tangan dan Coretan "Allahu Akbar" di Dinding
Jejak tangan di bangunan Menara Greenfell yang diduga dari korban kebakaran gedung itu pada 2017. Foto: Reuters

AKURAT.CO Pemerintah Inggris menghentikan sementara pembongkaran sebagian Menara Grenfell pada Selasa (3/3). Keputusan itu diambil setelah keluarga korban kebakaran mengancam menempuh jalur hukum. Mereka meminta agar dinding yang memuat jejak tangan diduga milik korban tidak dihancurkan.

Kebakaran hebat melanda gedung hunian sosial setinggi 24 lantai di kawasan barat London pada Juni 2017 dan menewaskan 72 orang. Proses pembongkaran bangunan tersebut telah dimulai sejak September tahun lalu.

Dalam kunjungan pra-pembongkaran, sejumlah keluarga menemukan bagian dinding tangga yang terdapat jejak tangan yang diyakini milik korban atau penyintas. Mereka juga menemukan tulisan berbahasa Arab bertuliskan “Allahu Akbar (God is greatest)” di lantai lain.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan tidak akan mempertahankan bagian bangunan di atas lantai sembilan dengan alasan sensitivitas dan besarnya korban jiwa. Jejak tangan dan tulisan tersebut berada di atas batas lantai yang ditetapkan.

Pekan lalu, keluarga korban mengajukan surat praperadilan untuk meminta peninjauan kembali keputusan tersebut melalui mekanisme judicial review. Kelompok advokasi Grenfell Next of Kin (GNK) menyebut mantan Wakil Perdana Menteri Angela Rayner pada 2025 pernah menyatakan sebagian bangunan dapat dipertahankan sebagai memorial jika diinginkan komunitas.

GNK mendesak pemerintah melindungi area tersebut sambil menunggu pembahasan lanjutan bersama keluarga dan perancang memorial. Juru bicara kementerian terkait menyatakan pembongkaran di area yang disengketakan dihentikan sementara karena proses hukum yang sedang berlangsung.

Departemen hukum pemerintah menyebut area antara lantai 12 hingga 14 akan dipasangi pembatas, sementara pembongkaran tetap dilanjutkan di bagian lain gedung. Pekerjaan di lantai tersebut dihentikan hingga ada tanggapan resmi atas surat praperadilan. Sementara itu, tulisan “Allahu Akbar” di antara lantai 17 dan 18 dilaporkan telah lebih dahulu dihancurkan.

Sumber: Reuters

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.