Akurat Logo

Serangan Houthi Digagalkan, 50 Anggota Tewas atau Terluka dalam Pertempuran di Taiz Yaman

Fitra Iskandar | 4 September 2026, 07:11 WIB
Serangan Houthi Digagalkan, 50 Anggota Tewas atau Terluka dalam Pertempuran di Taiz Yaman

AKURAT.CO Militer Yaman mengklaim berhasil menggagalkan serangan besar kelompok Houthi yang berupaya merebut jalur strategis penghubung Kota Taiz dan Mocha di Yaman barat. Bentrokan sengit yang terjadi pada Kamis (3/9/2026) disebut menewaskan atau melukai sedikitnya 50 anggota Houthi.

Komando Taiz Axis dalam pernyataan resminya menyebut serangan Houthi menyasar Front Maqbanah dan Al-Kadhah dengan tujuan menguasai jalan utama yang menghubungkan Taiz dengan kota pelabuhan Mocha di pesisir Laut Merah.

Pasukan Taiz Axis bersama National Resistance yang berpihak kepada pemerintah kemudian melancarkan serangan balasan secara terkoordinasi ke sejumlah posisi Houthi di kedua front tersebut.

“Operasi gabungan berhasil menggagalkan upaya musuh, dengan sekitar 50 anggota Houthi tewas atau terluka,” demikian isi pernyataan militer, tanpa merinci jumlah korban tewas maupun luka-luka.

Militer Rebut Sejumlah Posisi Houthi

Sebelumnya pada hari yang sama, militer Yaman juga mengumumkan berhasil merebut sejumlah titik pertahanan Houthi setelah pertempuran di Distrik Maqbanah, sebelah barat Provinsi Taiz.

Menurut sumber militer yang dikutip media resmi September Net, bentrokan pecah sejak dini hari ketika pasukan Houthi melancarkan serangan terhadap beberapa posisi tentara pemerintah.

Pertempuran berlangsung dalam jarak dekat dan melibatkan penggunaan berbagai jenis persenjataan, mulai dari senjata ringan, senjata sedang, hingga artileri berat.

Pasukan pemerintah akhirnya memukul mundur Houthi dan memaksa para pejuangnya meninggalkan sejumlah posisi sebelum melanjutkan serangan balasan di Front Maqbanah dan Al-Kadhah.

Eskalasi Terbesar Sejak Gencatan Senjata 2022

Front Taiz menjadi salah satu wilayah dengan eskalasi paling tinggi pada Kamis. Selain pertempuran darat, kedua pihak juga dilaporkan menggunakan rudal balistik dan drone dalam serangkaian serangan di Distrik Al-Kadhah, Maqbanah, dan Mawza.

Gelombang pertempuran ini menjadi salah satu yang paling signifikan sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022. PBB sebelumnya telah memperingatkan bahwa meningkatnya kekerasan berisiko menyeret Yaman kembali ke konflik berskala luas.

Kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa serta sejumlah wilayah utama sejak September 2014, sementara pemerintah Yaman yang diakui secara internasional bersama pasukan sekutunya masih mengendalikan sebagian besar wilayah selatan, timur, dan barat negara tersebut.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.