Serangan Houthi Digagalkan, 50 Anggota Tewas atau Terluka dalam Pertempuran di Taiz Yaman

AKURAT.CO Militer Yaman mengklaim berhasil menggagalkan serangan besar kelompok Houthi yang berupaya merebut jalur strategis penghubung Kota Taiz dan Mocha di Yaman barat. Bentrokan sengit yang terjadi pada Kamis (3/9/2026) disebut menewaskan atau melukai sedikitnya 50 anggota Houthi.
Komando Taiz Axis dalam pernyataan resminya menyebut serangan Houthi menyasar Front Maqbanah dan Al-Kadhah dengan tujuan menguasai jalan utama yang menghubungkan Taiz dengan kota pelabuhan Mocha di pesisir Laut Merah.
Pasukan Taiz Axis bersama National Resistance yang berpihak kepada pemerintah kemudian melancarkan serangan balasan secara terkoordinasi ke sejumlah posisi Houthi di kedua front tersebut.
“Operasi gabungan berhasil menggagalkan upaya musuh, dengan sekitar 50 anggota Houthi tewas atau terluka,” demikian isi pernyataan militer, tanpa merinci jumlah korban tewas maupun luka-luka.
Militer Rebut Sejumlah Posisi Houthi
Sebelumnya pada hari yang sama, militer Yaman juga mengumumkan berhasil merebut sejumlah titik pertahanan Houthi setelah pertempuran di Distrik Maqbanah, sebelah barat Provinsi Taiz.
Menurut sumber militer yang dikutip media resmi September Net, bentrokan pecah sejak dini hari ketika pasukan Houthi melancarkan serangan terhadap beberapa posisi tentara pemerintah.
Pertempuran berlangsung dalam jarak dekat dan melibatkan penggunaan berbagai jenis persenjataan, mulai dari senjata ringan, senjata sedang, hingga artileri berat.
Pasukan pemerintah akhirnya memukul mundur Houthi dan memaksa para pejuangnya meninggalkan sejumlah posisi sebelum melanjutkan serangan balasan di Front Maqbanah dan Al-Kadhah.
Eskalasi Terbesar Sejak Gencatan Senjata 2022
Front Taiz menjadi salah satu wilayah dengan eskalasi paling tinggi pada Kamis. Selain pertempuran darat, kedua pihak juga dilaporkan menggunakan rudal balistik dan drone dalam serangkaian serangan di Distrik Al-Kadhah, Maqbanah, dan Mawza.
Gelombang pertempuran ini menjadi salah satu yang paling signifikan sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022. PBB sebelumnya telah memperingatkan bahwa meningkatnya kekerasan berisiko menyeret Yaman kembali ke konflik berskala luas.
Kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa serta sejumlah wilayah utama sejak September 2014, sementara pemerintah Yaman yang diakui secara internasional bersama pasukan sekutunya masih mengendalikan sebagian besar wilayah selatan, timur, dan barat negara tersebut.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





