Akurat Logo

JD Vance Tolak Sebut Konflik Iran-AS sebagai Perang, Hindari Prediksi Berakhir Sebelum Pemilu AS

Fitra Iskandar | 4 September 2026, 10:06 WIB
JD Vance Tolak Sebut Konflik Iran-AS sebagai Perang, Hindari Prediksi Berakhir Sebelum Pemilu AS
Gedung Putih - Pexel

AKURAT.CO Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menolak menyebut konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran sebagai “perang”, meski pertempuran dan serangan balasan masih berlangsung. Vance juga enggan memprediksi apakah konflik yang telah berlangsung sekitar enam bulan itu akan berakhir sebelum pemilu sela Kongres AS pada 3 November.

“Saya tidak akan menyebutnya perang. Saat ini tidak ada penembakan aktif,” kata Vance dalam konferensi pers di Gedung Putih, Kamis (3/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Iran pada hari yang sama melancarkan serangan ke Kuwait, salah satu sekutu AS di kawasan Teluk, sebagai bagian dari rangkaian serangan balasan terhadap operasi militer Amerika di Iran.

Vance Hindari Tenggat Waktu

Vance mengatakan Amerika Serikat memiliki tanggung jawab untuk melancarkan serangan terhadap Iran karena Teheran masih menargetkan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Namun, ia menolak menetapkan batas waktu kapan konflik akan berakhir.

“Saya tidak ingin menetapkan jadwal yang dibuat-buat,” ujar Vance.

Menurutnya, berakhirnya konflik sangat bergantung pada keputusan Iran untuk menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

“Ketika Anda bertanya kapan ini akan berakhir, sebenarnya Anda bertanya kapan Iran akan berhenti menembaki kapal. Saya tidak tahu jawabannya. Anda harus bertanya kepada Iran,” katanya.

Konflik Tekan Harga Minyak dan Inflasi AS

Upaya Vance mengecilkan intensitas konflik menunjukkan tantangan yang dihadapi pemerintahan Presiden Donald Trump menjelang pemilu sela.

Partai Republik berusaha mempertahankan mayoritas tipis di Kongres, sementara konflik Iran yang tidak populer mulai memberikan tekanan terhadap harga energi dan inflasi Amerika Serikat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.