Ekonomi AS Bangkit, 162 Ribu Lapangan Kerja Baru Tercipta pada Agustus

AKURAT.CO Pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan pemulihan kuat pada Agustus setelah perusahaan-perusahaan menambah 162.000 lapangan kerja baru, jauh melampaui perkiraan para ekonom. Tingkat pengangguran juga tetap rendah di 4,1 persen, memberikan dorongan positif bagi perekonomian menjelang pemilu sela Kongres pada November.
Laporan resmi Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Jumat (4/9) menunjukkan angka perekrutan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi analis yang hanya memperkirakan sekitar 65.000 pekerjaan baru.
Pemerintah juga merevisi data dua bulan sebelumnya dengan menambahkan 55.000 pekerjaan, sehingga kinerja pasar tenaga kerja pada Juni dan Juli dinilai lebih kuat daripada laporan awal.
Restoran hingga Manufaktur Jadi Penyumbang Utama
Sektor jasa menjadi motor utama pertumbuhan lapangan kerja sepanjang Agustus.
Restoran dan bar menciptakan sekitar 59.000 pekerjaan baru, disusul sektor konstruksi dengan 22.000 pekerjaan, serta industri manufaktur yang menambah 16.000 tenaga kerja.
Selain itu, jumlah angkatan kerja Amerika meningkat tajam. Sebanyak 683.000 orang kembali masuk ke pasar kerja, baik dengan memperoleh pekerjaan maupun aktif mencari pekerjaan, setelah mengalami penurunan pada Juni dan Juli.
Upah Naik, Tetapi Daya Beli Masih Tertekan
Meski perekrutan meningkat, banyak rumah tangga Amerika masih menghadapi tingginya biaya hidup.
Rata-rata upah per jam hanya naik 3,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menjadi kenaikan tahunan paling lemah sejak Mei 2021. Kondisi ini menunjukkan pertumbuhan pendapatan belum sepenuhnya mampu mengimbangi tekanan inflasi yang masih membebani konsumen.
Peluang Kenaikan Suku Bunga Menguat
Kuatnya pasar tenaga kerja diperkirakan akan menjadi pertimbangan penting bagi Federal Reserve dalam rapat kebijakan moneter pada 15–16 September.
Ketua The Fed Kevin Warsh sebelumnya menegaskan inflasi masih berada di 3,7 persen, jauh di atas target bank sentral sebesar 2 persen. Karena itu, data perekrutan yang solid dapat memperkuat argumen untuk mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga apabila inflasi kembali meningkat.
Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan ia cenderung mempertahankan suku bunga saat ini, namun tetap membuka peluang kenaikan jika laporan inflasi pekan depan menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi.
Muncul Fenomena “No-Hire, No-Fire”
Di balik kuatnya angka pengangguran, ekonom melihat dinamika pasar kerja Amerika yang tidak biasa.
Perusahaan memang tidak agresif merekrut karyawan baru, tetapi juga enggan melakukan pemutusan hubungan kerja. Kondisi ini melahirkan fenomena yang disebut ekonom sebagai “no-hire, no-fire”, yakni pasar kerja dengan perekrutan terbatas namun PHK tetap rendah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





