AS Ancam Tenggelamkan Kapal Tanker Minyak Iran Jika Serang Kapal Perang AS

AKURAT.CO Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan Amerika Serikat akan menghancurkan dan menenggelamkan kapal tanker minyak Iran apabila pasukan Iran menyerang kapal Angkatan Laut AS.
Peringatan itu disampaikan Hegseth melalui unggahan di media sosial X, dengan mengutip pernyataan Komandan US Central Command (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper.
"Ini sederhana: jika Iran menembak kapal AS, kami akan menghancurkan dan menenggelamkan kapal tanker minyak mereka. Yang harus mereka lakukan adalah tidak menembak Angkatan Laut AS," kata Hegseth.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Washington siap meningkatkan tekanan ekonomi sekaligus militer terhadap Iran apabila kapal-kapal AS kembali menjadi sasaran.
Iran Klaim Serang Kapal Induk AS
Di tengah ancaman tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sebuah kapal induk dan kapal perusak milik Amerika Serikat menggunakan rudal balistik.
Namun, hingga laporan ini disusun, belum ada konfirmasi langsung dari pemerintah atau militer AS mengenai klaim serangan tersebut.
Komandan CENTCOM Brad Cooper sebelumnya memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi yang lebih besar jika menyerang kapal perang Amerika.
Menurut Cooper, apabila IRGC menyerang dua kapal AS, militer Amerika akan merespons dengan menghancurkan tiga kapal Iran.
Ia menegaskan AS tidak akan ragu mempertahankan pasukannya dan, jika diperlukan, menghancurkan armada minyak Iran yang disebutnya terbatas dan rentan.
AS Serang Tiga Kapal Tanker Iran
Peringatan Hegseth muncul setelah CENTCOM menyatakan pasukan AS telah menyerang tiga kapal tanker minyak Iran pada Sabtu.
Salah satu kapal dilaporkan berada di dekat Pulau Kharg, pusat utama ekspor minyak Iran.
CENTCOM mengatakan serangan tersebut dilakukan setelah IRGC meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal Angkatan Laut AS.
Militer AS menyatakan tidak ada personel Amerika yang terluka dalam serangan tersebut.
Sebelumnya, Angkatan Laut IRGC memperingatkan kapal-kapal yang berlayar di Teluk Persia dan sekitar Selat Hormuz agar mewaspadai pergerakan yang dianggap mencurigakan.
IRGC juga mengklaim telah menargetkan tiga kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang dianggap tidak sah, serta tiga kapal AS di wilayah lain.
Namun, klaim tersebut belum mendapatkan konfirmasi independen dari Washington.
Iran Ancam Balas dengan Serangan Lebih Besar
Teheran merespons serangan dan ancaman Amerika dengan memperingatkan bahwa serangan terhadap kapal perang AS dapat menjadi semakin besar.
Komando militer Iran mengatakan, jika apa yang mereka sebut sebagai gangguan terhadap kapal-kapal Iran dan blokade laut terus berlangsung, serangan terhadap kapal militer Amerika akan dilakukan dengan skala yang "lebih parah dari sebelumnya".
Ancaman tersebut berpotensi semakin meningkatkan risiko konfrontasi langsung antara kedua negara di perairan strategis Timur Tengah.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, juga melaporkan bahwa empat rudal AS menghantam sebuah kapal tanker di dekat area labuh Pulau Kharg.
Menurut sumber lokal yang dikutip Tasnim, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan awak kapal sedang dievakuasi.
Pulau Kharg Jadi Titik Panas Konflik
Pulau Kharg menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik AS-Iran karena perannya yang sangat penting bagi ekspor minyak Iran.
Iran merupakan salah satu produsen minyak terbesar dalam organisasi OPEC. Sebelum perang, sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran dilaporkan melewati Pulau Kharg.
Arus ekspor tersebut kemudian terganggu setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap ekspor minyak Iran pada pertengahan April.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga beberapa kali mengancam peningkatan tekanan terhadap Pulau Kharg.
Pada 31 Agustus, Trump mengunggah video yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan dan menyatakan Pulau Kharg sedang "dihancurkan".
Trump sebelumnya bahkan sempat mengatakan Amerika Serikat mempertimbangkan pengambilalihan Pulau Kharg. Namun, ia kemudian menyatakan operasi militer terhadap pulau tersebut untuk sementara tidak lagi menjadi pilihan.
Sumber: Indiatoday
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





