Meski Duta Besar AS Melabeli Pemukim Ilegal di Tepi Barat sebagai Teroris, Kekerasan Israel Terus Berlanjut

AKURAT.CO Pasukan Israel kembali melakukan penggerebekan di sejumlah wilayah Tepi Barat yang diduduki. Di desa Al-Mughayyir, Tepi Barat bagian tengah, sejumlah pemuda Palestina dilaporkan ditahan ketika pasukan Israel masuk ke kawasan tersebut di tengah berkumpulnya pemukim Israel di dekat rumah-rumah warga Palestina.
Sumber lokal yang dikutip Anadolu mengatakan pasukan Israel memasuki Al-Mughayyir pada Sabtu dengan alasan melindungi para pemukim Israel yang berkumpul di sekitar permukiman warga di bagian barat desa.
Sejumlah pemuda Palestina kemudian ditahan di dalam kendaraan mereka. Mereka dibawa ke kawasan Shaab al-Louz, di sebelah barat Al-Mughayyir.
Menurut sumber tersebut, para pemuda itu kemudian dipaksa membuka kembali sebuah jalan sekunder yang sebelumnya telah ditutup.
Penggerebekan tersebut terjadi ketika Amerika Serikat tengah meningkatkan kritik terhadap kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di Tepi Barat.
Duta Besar AS Sebut Pemukim Israel sebagai "Teroris"
Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, sebelumnya mengecam kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina. Ia bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai "aksi teror".
Huckabee menyampaikan pernyataan itu ketika mengunjungi Turmus Ayya, sebuah desa Palestina yang dilaporkan mengalami serangkaian serangan pemukim dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Huckabee, tindakan seperti menduduki tanah secara paksa, membakar kendaraan atau masjid, memasuki rumah warga dan melakukan vandalisme, hingga mencoret-coret dinding bukan sekadar tindak kriminal biasa.
Ia menilai tindakan tersebut telah berkembang menjadi aksi teror.
Pernyataan itu menjadi sorotan karena kekerasan oleh pemukim Israel terus menjadi salah satu persoalan utama di Tepi Barat yang diduduki.
Pasukan Israel Juga Serbu Sejumlah Desa
Selain Al-Mughayyir, pasukan Israel juga dilaporkan melakukan penggerebekan di desa Arura, barat laut Ramallah.
Penggerebekan serupa dilaporkan terjadi di Abwein, Jiljilya dan Ajjul, yang berada di sebelah utara Ramallah.
Tidak ada laporan mengenai penangkapan dalam operasi di desa-desa tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








