Akurat Logo

Jadi Bahan Candaan, Rambut Donald Trump Mendadak Lebih Gelap

Fitra Iskandar | 7 September 2026, 14:15 WIB
Jadi Bahan Candaan, Rambut Donald Trump Mendadak Lebih Gelap
Donald Trump dengan warna rambut barunya - AP

AKURAT.CO Ada yang berbeda dari penampilan Donald Trump dalam sejumlah foto terbaru. Rambut pirang khas Presiden Amerika Serikat itu terlihat jauh lebih gelap dibandingkan biasanya. Perubahan itu memunculkan berbagai komentar di media sosial hingga media konservatif Amerika.

Perubahan tersebut terlihat ketika Trump turun dari pesawat kepresidenan Air Force One di New Jersey pada Jumat. Warna rambutnya yang biasanya tampak pirang keemasan kali ini terlihat mendekati cokelat.

Perubahan kecil itu ternyata cukup menarik perhatian publik. Sejumlah pengkritik Trump bahkan menjadikannya bahan candaan, sementara media AS ikut menyoroti penampilan baru sang presiden.

“Sesuatu harus diselesaikan terkait rambutnya di bawah amandemen ke-25," tulis kritikus Trump, George Conway, dalam komentarnya.

Komentator politik Aaron Rupar juga ikut mempertanyakan perubahan tersebut dengan menulis, “Apa yang terjadi pada rambut Trump?”

Bahkan Fox News turut membahas perubahan warna rambut Trump. Media tersebut mencatat bahwa rambut Trump terlihat “noticeably darker” ketika ia turun dari Air Force One di New Jersey.

Berbeda dengan Penampilan Trump Sebelumnya

Rambut Trump yang lebih gelap terlihat kontras dengan penampilannya pada awal Agustus.

Saat itu, Trump tampil dengan gaya rambut yang selama ini menjadi ciri khasnya: rambut pirang tipis yang disisir menutupi bagian atas kepala.

Penampilan rambut memang bukan hal baru dalam pemberitaan mengenai Trump. Presiden AS tersebut dikenal cukup memperhatikan penampilannya dan beberapa kali membanggakan penampilan fisiknya ketika membandingkan dirinya dengan lawan politik.

Trump bahkan pernah mengkritik media karena dianggap menampilkan dirinya dengan buruk.

Pada 2025, misalnya, Trump mengecam sampul majalah Time yang menampilkan dirinya. Ia menyebut foto tersebut sebagai salah satu foto terburuk yang pernah digunakan majalah itu.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.