Vaksin Anjing Multikan-8 Rusia Picu Kematian Massal, Produsen Tawarkan Kompensasi hingga 300.000 Rubel
AKURAT.CO Perusahaan kemudian mengonfirmasi kepada kantor berita bisnis Rusia RBC bahwa memang terdapat perjanjian mengenai pemberian bantuan keuangan kepada pemilik anjing yang mati. Vetbiokhim juga mengakui bahwa perjanjian tersebut memuat klausul kerahasiaan.
Menurut perwakilan perusahaan, isi perjanjian dapat berbeda antara satu pemilik dan pemilik lainnya. Sementara ketentuan mengenai kerahasiaan disebut sebagai bagian dari “praktik hukum standar”.
Di tengah munculnya laporan mengenai tawaran kompensasi tersebut, salah satu grup percakapan terbesar yang digunakan pemilik anjing terdampak dilaporkan dihapus dari aplikasi pesan Max. Media independen Rusia Takie Dela melaporkan bahwa para pemilik telah menggunakan grup tersebut sejak pertengahan Agustus untuk berbagi pengalaman setelah anjing mereka menerima vaksin Multikan-8.
Sedikitnya 300 Anjing Dilaporkan Mati
Laporan mengenai kematian anjing setelah vaksinasi Multikan-8 pertama kali muncul pada pertengahan Agustus. Sedikitnya 300 ekor anjing kemudian diketahui mati, menurut laporan yang dikutip dari media Rusia.
Kasus tersebut memicu perhatian publik dan mendorong sejumlah pemilik anjing meminta anggota Duma Negara Rusia, majelis rendah parlemen Rusia, untuk melakukan penyelidikan.
Vetbiokhim menyatakan penyelidikan internal terhadap kematian hewan tersebut masih berlangsung. Perusahaan sebelumnya juga menarik kembali empat batch vaksin Multikan-8 setelah laporan mengenai kematian anjing mulai bermunculan.
Sejumlah pemilik menduga kematian hewan mereka berkaitan dengan kemungkinan kontaminasi vaksin Multikan-8 oleh virus Aujeszky, yang juga dikenal sebagai pseudorabies. Namun, Vetbiokhim menyatakan hasil penelitian mereka sendiri tidak menemukan bukti adanya kontaminasi tersebut.
Dengan demikian, hingga penyelidikan selesai, hubungan langsung antara vaksin Multikan-8 dan kematian anjing belum dapat dipastikan.
Pasokan Vaksin Hewan Rusia
Kasus Multikan-8 juga terjadi di tengah perubahan besar pada pasar obat hewan Rusia. Setelah sanksi Barat dan keluarnya sejumlah perusahaan asing menyusul invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, obat-obatan hewan impor, termasuk vaksin, semakin sulit ditemukan di pasar Rusia.
Kondisi tersebut membuat klinik hewan di Rusia kini lebih banyak menyediakan produk obat dan vaksin buatan dalam negeri.
Kasus Multikan-8 pun menjadi perhatian karena vaksin tersebut digunakan di tengah ketergantungan pasar Rusia yang semakin besar terhadap produk farmasi hewan lokal.
Sementara itu, penyelidikan terhadap laporan kematian anjing masih berlangsung. Belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan bahwa vaksin Multikan-8 merupakan penyebab kematian, sementara Vetbiokhim telah mengambil langkah menarik sejumlah batch produk dan menawarkan bantuan keuangan kepada sebagian pemilik hewan yang terdampak.
Sumber: Meduza
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



