Vaksin Anjing Multican-8 Diduga Tercemar Virus, 169 Anjing Dilaporkan Mati
AKURAT.CO Pemerintah Rusia membuka penyelidikan terhadap vaksin anjing yang diduga tercemar setelah sedikitnya 169 anjing dilaporkan mati usai menerima vaksin tersebut. Kasus ini berkaitan dengan vaksin Multican-8 yang diproduksi perusahaan Rusia, Vetbiokhim.
Kantor Kejaksaan Kota Moskow mengatakan telah membuka penyelidikan setelah menemukan dugaan penggunaan sertifikat mutu palsu pada satu batch obat hewan. Investigasi dilakukan bersama Layanan Federal Rusia untuk Pengawasan Veteriner dan Fitosanitari pada akhir September.
Kasus vaksin anjing Rusia tersebut dilaporkan menimbulkan lebih dari 300 pengaduan terkait komplikasi kesehatan setelah vaksinasi, termasuk kematian. Sebagian besar kasus kematian anjing dilaporkan terjadi di wilayah Yaroslavl, yang berbatasan dengan Moskow.
Kejaksaan Buka Kasus Pidana
Kantor Kejaksaan Kota Moskow mengatakan hasil penyelidikan menunjukkan adanya dugaan penggunaan sertifikat mutu yang diketahui palsu untuk satu batch obat hewan.
Dalam pernyataannya pada Selasa, kejaksaan mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, telah dibuka kasus pidana terkait penggunaan sertifikat mutu yang diketahui palsu untuk satu batch obat hewan.
Penyelidikan tersebut dilakukan setelah muncul laporan mengenai komplikasi serius pada anjing yang mendapatkan vaksin terkait.
Lebih dari 300 Pengaduan Masuk
Menurut sumber penegak hukum yang dikutip Interfax Rusia, perusahaan yang terlibat dalam kasus tersebut adalah Vetbiokhim.
Pihak berwenang Rusia disebut telah menerima lebih dari 300 pengaduan terkait komplikasi kesehatan setelah anjing menerima vaksin, termasuk laporan kematian.
The Moscow Times melaporkan sedikitnya 169 anjing mati setelah mendapatkan vaksin tersebut. Kasus paling banyak dilaporkan terjadi di wilayah Yaroslavl.
Jumlah korban tersebut membuat kasus vaksin hewan ini menjadi sorotan, terutama karena laporan kematian muncul dalam jumlah besar setelah vaksinasi.
Vaksin Multican-8 Diduga Tercemar Virus
Media Rusia mengaitkan kasus tersebut dengan Multican-8, vaksin anjing yang diproduksi Vetbiokhim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








