Hubungan Trump dan Netanyahu Panas Dingin, JD Vance: Kepentingan AS Harus Diutamakan

AKURAT.CO Hubungan Trump dan Netanyahu disebut tidak selalu berjalan searah ketika kepentingan Amerika Serikat (AS) berbeda dengan kepentingan pemerintah Israel. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Presiden Donald Trump menunjukkan kesediaan untuk berbeda pendapat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ketika kebijakan Washington membutuhkan arah yang berbeda.
Pernyataan mengenai hubungan Trump dan Netanyahu disampaikan JD Vance dalam pidato virtual pada All-In Summit, forum teknologi yang digelar di Los Angeles, Selasa (15/9/2026). Vance mengatakan, dalam 40 tahun terakhir, Trump menunjukkan kesediaan yang menurutnya belum pernah terlihat sebelumnya untuk mengambil posisi berbeda dari Netanyahu demi kepentingan rakyat Amerika.
Menurut Vance, hubungan Trump dan Netanyahu tetap didasarkan pada kemitraan strategis, tetapi kedekatan tersebut tidak berarti Amerika Serikat harus selalu mengikuti kebijakan Israel. Ia menegaskan bahwa Israel merupakan mitra penting Washington dalam teknologi militer dan pertukaran intelijen, namun kedua negara dapat memiliki perbedaan pandangan.
“Kita tidak bisa membiarkan kebijakan luar negeri Timur Tengah kita menjadi subordinat terhadap negara Israel,” kata Vance dalam forum tersebut.
Vance mengatakan Trump dapat mengakui Netanyahu sebagai mitra penting sekaligus menyampaikan bahwa perdana menteri Israel tersebut keliru dalam persoalan tertentu atau memiliki pandangan berbeda dari Washington.
“Bibi adalah mitra yang baik, tetapi Bibi dan saya memiliki pendapat berbeda mengenai hal ini,” ujar Vance, merujuk pada Netanyahu dengan nama panggilannya.
Hubungan Trump dan Netanyahu dalam Politik AS-Israel
Pernyataan Vance menjadi sorotan karena hubungan Trump dan Netanyahu selama ini dikenal sangat dekat dan menjadi salah satu aspek penting dalam hubungan AS-Israel.
Netanyahu tercatat sebagai salah satu pemimpin dunia yang paling sering berkunjung ke Gedung Putih selama pemerintahan Trump. Keduanya juga kerap menampilkan kedekatan secara terbuka dan menjadikan hubungan tersebut bagian dari pesan politik masing-masing.
Trump sendiri selama periode pertamanya sebagai presiden mengambil sejumlah kebijakan yang memperkuat hubungan AS dengan Israel. Pada 2018, pemerintahannya memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.
Trump juga menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran yang dicapai pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama. Kebijakan tersebut menjadi salah satu perubahan besar dalam pendekatan Washington terhadap Iran dan Timur Tengah.
Meski demikian, ketegangan antara presiden AS dan perdana menteri Israel bukan hal baru. Salah satu perbedaan paling signifikan dalam hubungan AS-Israel sejak Netanyahu kembali menjadi perdana menteri pada 2009 terjadi dengan pemerintahan Obama terkait kesepakatan nuklir Iran pada 2015.
Sumber: JTA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








