Misi Koalisi Internasional Pimpinan AS di Irak Resmi Berakhir, Beralih ke Hubungan Bilateral

AKURAT.CO Misi koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) untuk memerangi kelompok ISIS di Irak resmi berakhir. Pemerintah Irak menyebut berakhirnya misi tersebut sebagai tonggak penting yang menandai perubahan hubungan keamanan dari misi koalisi menjadi kerja sama bilateral.
Penasihat Keamanan Perdana Menteri Irak, Qasim al-Araji, mengatakan keputusan tersebut diumumkan pada Rabu setelah melalui serangkaian negosiasi dan kesepahaman yang dimulai sejak Juli 2021.
Dalam pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Irak (INA), Al-Araji mengatakan tahap baru akan berfokus pada hubungan bilateral dengan negara-negara anggota koalisi untuk memperkuat kedaulatan Irak.
Pasukan AS juga telah menyelesaikan penarikan diri dari posisi-posisi terakhir mereka di Irak hingga akhir September 2026.
Al-Araji menegaskan berakhirnya misi koalisi tidak berarti hubungan dengan negara-negara anggotanya ikut berakhir. Kerja sama keamanan dan intelijen, pertukaran informasi serta keahlian, hingga peningkatan kapasitas tetap akan dilakukan berdasarkan prinsip saling menghormati dan kepentingan bersama.
Ia juga memberikan penghargaan terhadap peran pasukan Irak dalam mengalahkan ISIS. Menurutnya, kemenangan tersebut tercapai berkat pengorbanan rakyat Irak dan keberanian pasukan keamanan Irak, dengan dukungan koalisi internasional serta negara-negara sahabat.
Operasi Inherent Resolve Resmi Ditutup
Departemen Perang AS pada Rabu juga menyatakan Amerika Serikat dan negara-negara mitranya secara resmi mengakhiri Operation Inherent Resolve di Irak.
Penarikan pasukan dan peralatan koalisi dari Pangkalan Udara Erbil menjadi bagian dari penutupan misi militer tersebut.
Juru Bicara Utama Pentagon, Sean Parnell, mengatakan berakhirnya operasi menandai perubahan dari misi koalisi dalam situasi perang menuju upaya keamanan yang dipimpin Irak dan didukung hubungan keamanan bilateral yang lebih normal.
Menurut Parnell, kampanye selama 12 tahun telah mengalahkan ISIS sebagai ancaman militer terorganisasi di Irak dan kawasan sekitarnya.
Meski misi koalisi berakhir, AS masih akan memberikan dukungan terbatas kepada Irak. Parnell mengatakan dukungan tersebut mencakup pelatihan yang ditargetkan dan bantuan intelijen bagi mitra Irak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







