Industri AMDK Galon Kuat Polikarbonat Desak Pemerintah Hentikan Kampanye Negatif Isu BPA

AKURAT.CO Para pelaku industri air minum dalam kemasan (AMDK) galon kuat berbahan polikarbonat mendesak pemerintah untuk menghentikan kampanye negatif terkait isu Bisfenol A (BPA) yang mereka nilai sebagai tindakan tidak sehat dalam persaingan bisnis.
Kampanye ini dianggap dapat merusak citra industri AMDK, yang menjadi salah satu sektor penting dalam perekonomian nasional.
Direktur PT Muawanah Al Ma’some sekaligus Ketua DPD Aspadin Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, Evan Agustianto, menegaskan, isu BPA yang disebarkan pihak-pihak tertentu bertujuan menjatuhkan produk AMDK galon kuat polikarbonat.
"Isu ini jelas dirancang untuk menciptakan kesan buruk terhadap produk kami. Padahal, hingga kini, tidak ada bukti ilmiah maupun laporan masyarakat yang menunjukkan bahwa galon polikarbonat berbahaya bagi kesehatan," ujar Evan, Senin (2/12/2024).
Evan juga meminta seluruh pelaku industri AMDK untuk bersaing secara sehat tanpa menyebarkan kampanye yang memojokkan produk pesaing.
"Silakan promosikan keunggulan produk masing-masing tanpa menjelekkan produk lain. Persaingan usaha harus berjalan secara fair," tambahnya.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor AMDK berkontribusi 6,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan 38,05 persen terhadap total industri non-migas.
Kementerian Perindustrian juga mencatat industri AMDK melibatkan 900 perusahaan dengan 40.000 tenaga kerja, di mana sekitar 70 persen penjualan berasal dari kemasan galon kuat polikarbonat.
Manufacturing dan Quality Advisor PT Sinarmas Cakrawala Persada, Eddy Setyahadi, turut menyuarakan kekecewaannya terhadap kampanye negatif yang menyebut galon kuat polikarbonat kotor atau menjadi sarang kecoa.
"Isu ini tidak ada hubungannya dengan BPA, tetapi sengaja diarahkan untuk menakut-nakuti konsumen," kata Eddy.
Eddy mengajak pelaku industri AMDK untuk berkompetisi secara positif. "Jika ingin promosi, tunjukkan keunggulan produk sendiri tanpa perlu menyinggung pihak lain," tegasnya.
Baca Juga: Kalender 2025 Libur Nasional, Lengkap dengan Hari Cuti Bersama!
Kampanye isu BPA dianggap menciptakan kesan negatif di kalangan konsumen, seolah-olah produsen galon kuat polikarbonat abai terhadap kebersihan dan kesehatan.
GM PT Panfila, Dewi Bulna, menyebut, isu ini sebagai upaya tidak sehat yang merugikan industri.
"Ini jelas kampanye negatif yang memojokkan produsen galon kuat polikarbonat," ujarnya.
Direktur PT Riade Sumber Energi, Ahmad Imamudin, juga mengkritik isu BPA yang dinilainya hanya bertujuan menakut-nakuti konsumen.
"Belum ada bukti konkret bahwa galon polikarbonat berbahaya bagi kesehatan. Kampanye ini harus dihentikan segera," ucap Ahmad.
Kepala Pabrik PT Wahana Dharma Persada, Ngadio, menegaskan, hingga kini tidak ada laporan masyarakat yang mengaitkan penyakit dengan penggunaan galon kuat polikarbonat.
"Ini hanya isu yang dibuat untuk menjatuhkan pihak lain," kata Ngadio.
Baca Juga: Dihantam Cidera, Arsa Ramadan Dipastikan Absen dari Pemusatan Latihan di Bali
Pelaku industri AMDK berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas terhadap kampanye negatif ini demi menjaga iklim usaha yang sehat.
Mereka juga meminta pemerintah mendukung keberlanjutan industri AMDK galon kuat polikarbonat, yang menjadi tulang punggung sektor air minum kemasan di Indonesia.
"Kami percaya bahwa pemerintah akan melindungi industri ini dan mendorong persaingan usaha yang adil," tutup Evan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






