Telur Overcook Bisa Rugikan Kesehatan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

AKURAT.CO Telur dikenal sebagai sumber protein hewani yang padat gizi dan mudah diolah. Namun, memasak telur terlalu matang (overcook) ternyata bisa menurunkan kualitas gizinya, bahkan berpotensi menimbulkan dampak kurang menguntungkan bagi kesehatan tubuh.
Reaksi Kimia Berbahaya
Ketika telur dimasak terlalu lama pada suhu tinggi, misalnya direbus hingga muncul cincin hijau pada kuning telur, terjadi reaksi antara besi (iron) dan sulfur dalam telur yang membentuk senyawa ferro sulfida. Menurut Harold McGee, pakar kimia pangan dalam bukunya On Food and Cooking: The Science and Lore of the Kitchen, senyawa ini tidak berbahaya secara langsung, tetapi menandakan overheat yang bisa mengurangi mutu rasa dan tekstur telur.
Risiko Penurunan Kandungan Gizi
Dalam jurnal Food Chemistry (Li-Chan et al., 2020), disebutkan bahwa pemanasan berlebihan dapat merusak beberapa vitamin larut air penting seperti vitamin B12 dan folat, serta mengurangi aktivitas antioksidan alami pada putih dan kuning telur.
Sementara itu, Dr. Donald Layman, profesor emeritus nutrisi dari University of Illinois, menyatakan bahwa "overheating protein, termasuk dari telur, akan menyebabkan denaturasi ekstrem yang mengurangi ketersediaan asam amino esensial bagi tubuh."
Lebih Sulit Dicerna
Sebuah studi yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition (Evenepoel et al., 1998) membandingkan pencernaan protein dari telur matang dan mentah. Hasilnya, telur matang lebih mudah diserap dibanding telur mentah, namun terlalu matang justru membuat struktur protein terlalu padat dan menghambat kerja enzim pencernaan.
Produksi Senyawa AGE
Panas tinggi dan waktu masak lama juga memicu terbentuknya Advanced Glycation End-products (AGEs). Senyawa ini terbukti berkaitan dengan peradangan kronis, penuaan dini, dan komplikasi metabolik seperti diabetes. Hal ini dijelaskan dalam laporan National Institute on Aging (NIA), USA dan juga dipaparkan dalam jurnal Diabetes Care (Uribarri et al., 2010).
Untuk konsumsi sehari-hari, disarankan memasak telur dengan suhu sedang dan waktu pendek. Telur rebus setengah matang (soft-boiled) atau telur mata sapi yang dimasak dengan api kecil menjadi pilihan sehat dan lezat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








