Beras Fortifikasi Adalah Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Beras Biasa

AKURAT.CO Beras menjadi salah satu bahan pangan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.
Seiring perkembangan teknologi pangan, kini tersedia berbagai jenis beras dengan karakteristik dan proses pengolahan yang berbeda, salah satunya beras fortifikasi.
Beras fortifikasi adalah beras yang telah ditambahkan zat gizi tertentu melalui proses fortifikasi.
Baca Juga: Kementan Bongkar 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Siap Proses Hukum
Proses tersebut dilakukan pada beras atau bahan pembentuk beras dengan tujuan menghasilkan produk yang memiliki nilai gizi lebih tinggi.
Istilah fortifikasi sendiri merujuk pada proses penambahan zat gizi ke dalam bahan pangan.
Karena itu, beras fortifikasi tetap memiliki fungsi utama sebagai bahan pangan pokok dan dapat diolah menjadi nasi seperti beras pada umumnya.
Apa Itu Beras Fortifikasi?
Beras fortifikasi merupakan produk pangan yang dibuat dengan menambahkan zat gizi tertentu ke dalam beras.
Penambahan tersebut dilakukan melalui proses yang telah diatur sehingga zat gizi dapat tercampur dengan bahan pangan secara sesuai.
Dalam penerapannya, proses fortifikasi dapat dilakukan menggunakan bahan berbentuk premiks atau melalui teknologi tertentu. Hasil akhirnya kemudian dicampurkan dengan beras biasa dalam komposisi yang telah ditentukan.
Beras fortifikasi dapat memiliki bentuk yang menyerupai beras biasa. Hal ini membuat produk tersebut tetap dapat digunakan dalam kegiatan memasak sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









