Selalu Berkata Tidak Bisa Padahal Belum Mencoba? Mungkin Kamu Terjebak Mental Block

AKURAT.CO Mental block adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana seseorang sering terjebak dalam situasi yang sama terus menerus.
Cenderungnya ia selalu merasakan ketidakyakinan dalam diri, yang berasal dari pikiran alam bawah sadar kemudian ditransfer ke pikiran sadarnya, yang bisa menghambat perkembangan diri sendiri.
Baca Juga: Kenali 5 Bentuk Mental Block, Salah Satunya Overthinking
Tanda-Tanda Mental Block
Ciri-ciri dari individu yang mengalami gejala mental block biasanya akan mengalami beberapa hal sebagai berikut:
1. Selalu berkata tidak bisa
Dalam kehidupan sering kali individu mengatakan tidak bisa, padahal belum mencoba akan hal itu. Meskipun sikap ini wajar, namun jika keseringan takut mencoba akan menghambat perkembangan pribadi dan membatasi peluang baru.
2. Selalu berkata tidak ada atau tidak tahu
Ciri selanjutnya adalah mengatakan tidak tahu atau tidak ada terhadap pertanyaan atau tantangan yang muncul, padahal benar-benar belum dicari jawaban atau solusinya. Sikap ini biasanya muncul karena rasa malas untuk menggali sebuah informasi baru, atau ketidakpedulian terhadap masalah yang sedang dhiadapi.
3. Sering malas
- Malas untuk mencoba
- Malas untuk memulai, apalagi menyelesaikan yang sudah ada. Akhirnya tidak ada pekerjaan yang benar-benar selesai, tidak ada keinginan yang tercapai dengan sempurna.
- Suka menunda-nunda
- Cepat lelah, meskipun tidak memiliki banya aktivitas
- Tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri
- Sering menolak kesempatan baru yang datang
Mental block juga ditandai dengan rasa selalu tidak percaya diri, dan gejala mental block terbentuk dari berbagai pengaruh, seperti:
- Lingkungan
- Keluarga
- Pergaulan
- Berita-berita
- Konten yang dikonsumsi
Baca Juga: Waspada Mental Block Issue, Dapat Mengganggu Produktivitas
Maka perhatikan 4 hal ini, untuk mengubah cara pandang dan kecenderungan mental block:
- Buku bacaan
Perhatikan buku apa yang akan dibaca. Baiknya bacalah buku-buku yang bisa membuat diri sendiri berkembang, seperti buku motivasi, atau biografi dan tokoh-tokoh berpengaruh.
- Konten yang dikonsumsi
Sama halnya dengan buku bacaan, konten yang tiap harinya dikonsumsi juga mempengaruhi perilaku individu. Maka pilihlah konten yang dapat memberikan informasi Bermanfaat.
- Lingkungan pertemanan
Perhatikan pula lingkungan seperti apa yang ada di sekitar, termasuk dengan siapa kalian bergaul.
- Kebiasaan kecil yang sering dilakukan
Mulailah dengan melakukan kebiasaan kecil baik, seperti membuat rencana harian agar dapat membantu tentang apa yang perlu dikerjakan. (Ami Fatimatuz Zahro')
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








