Ini Masalah Kesehatan Yang Akan Muncul Akibat Perut Buncit, Lebih Bahaya Dari Obesitas

AKURAT.CO Perut buncit merupakan kondisi yang disebabkan oleh penumpukan lemak. Pria berusia di atas 40 tahun lebih rentan mengalami perut buncit, sebab penurunan kadar hormon testosteron.
Kondisi tersebut membuat lemak lebih mudah tersimpan dan menumpuk di area perut.
Memiliki perut buncit juga dapat berisiko pada masalah kesehatan, berikut masalah kesehatan yang muncul akibat perut buncit.
Kolesterol tinggi
Lemak di perut dapat mempengaruhi tingkat kadar lemak dalam darah, ini disebabkan dekatnya letak lemak perut dengan pembuluh darah yang menghubungkan usus ke hati.
Lemak perut akan melepaskan asam lemak bebas ke aliran darah kemudian terbawa ke hati. Hal itu dapat menyebabkan kolesterol tinggi.
Diabetes
Perut buncit merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan diabetes mellitus tipe 2. Lemak perut dapat memproduksi suatu senyawa protein yang disebut retinol binding 4 (RBP4) senyawa tersebut berkaitan dengan terjadinya resistensi insulin.
Pada kondisi resistensi insulin, sel-sel tubuh tidak dapat merespon insulin sehingga menimbulkan peningkatan kadar gula dalam darah.
Penyakit jantung dan stroke
Lemak perut mengeluarkan suatu senyawa yang disebut sitokin. Sitokin berperan dalam penyakit yang berhubungan dengan peradangan. Saat tubuh mengalami peradangan, organ hati akan memproduksi kolesterol dan toksin atau zat beracun lain yang dapat membentuk plak di pembuluh arteri.
Pembentukan plak di pembuluh darah merupakan faktor yang menyebabkan penyakit jantung dan stroke.
Tekanan darah tinggi
Sel-sel lemak di perut memproduksi suatu jenis protein yang berpotensi menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan meningkatnya tekanan darah.
Selain itu, ada juga jenis lemak yang terdapat di sekitar ginjal (Retroperitoneal fat) dan kelenjar adrenal, yang dapat mempengaruhi kerja ginjal. Gangguan pada fungsi ginjal dapat menyebabkan naiknya tekanan darah.
Demensia
Penelitian menyatakan bahwa orang yang perutnya buncit cenderung berisiko mengalami demensia.
Ditemukan pada riset yang terbit di jurnal Annals of Neurology bahwa semakin banyak lemak yang menumpuk di perut, maka volume otak akan semakin mengecil.
Ini menandakan adanya kemampuan kognitif yang buruk serta meningkatkan risiko demensia di kemudian hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








