Cara Mengatasi Sindrom Trimethylaminuria atau Sindrom Bau Ikan

AKURAT.CO - Seorang warganet dengan akun @wnderfull_alvis membagikan kisahnya yang mengidap sindrom Trimethylaminuria.
Mengutip dari berbagai sumber, sindrom Trimethylaminuria ini adalah penyakit yang jarang terjadi dan termasuk penyakit genetik.
Sindrom ini menyebabkan penderitanya kelainan metabolisme, yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam mengubah zat kimia (trimethylamin) yang diproduksi usus ketika memecah makanan tertentu, sehingga mengubah trimethylamine menjadi trimethylamine oxida.
Meningkatnya trimethylamine ini akan ditandai dengan adanya bau tidak sedap seperti ikan pada keringat, urine, napas, hingga cairan vagina yang berbau seperti ikan atau bau badan yang kuat.
Bau tersebut akan hilang seketika namun akan kembali dan semakin jika penderita mengalami stress, berkeringat dan sedang datang bulan.
Hingga sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang dapat menyembuhkan secara definitif.
Penyakit ini sebetulnya tidak membahayakan nyawa, namun dapat mempengaruhi interaksi sosial dan kepercayaan diri sang penderita.
Untuk mengurangi gejala-gejala yang timbul akibat sindrom Trimethylaminuria, Anda dapat melakukan beberapa hal ini:
- Hindari olahraga berat yang menyebabkan produksi keringat berlebih.
- Kurangi konsumsi makanan yang mengandung TMAO (Trimethylamine-N-Oxide), dan Choline, seperti ikan laut, telur, ayam, hati sapi, dan lainnya. Namun jika Anda kekurangan Choline dapat menyebabkan penyakit lain. Sehingga sangat disarankan untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan ahli gizi agar dapat dikontrol pola menu yang tepat.
- Usahakan sering mencuci badan atau mandi menggunakan sabun yang bersifat sedikit asam dengan pH 5.5 sampai 6.
- Cobalah untuk lebih rileks, jika anda merasa stress, tidak percaya diri dan merasa depresi segera konsultasi dengan psikiater. Karena konsultasi lebih awal umumnya akan memberikan hasil yang lebih baik.
- Cuci pakaian setelah digunakan menggunakan antiperspirant untuk meminimalisir bau
Selain hal-hal di atas, penderita juga disarankan untuk menjaga pola makan, karena pola makan yang buruk akan memperparah bau badan yang dihasilkan.
Sindrom ini tampaknya lebih sering diderita oleh perempuan.
Meski belum ada alasan yang jelas, namun para peneliti berpendapat bahwa hormon seks perempuan, yaitu estrogen dan progesteron bisa mempengaruhi terjadinya sindrom Trimethylaminuria.
Perempuan kemungkinan juga akan mengalami gejala yang lebih parah daripada penderita laki-laki. Baik sebelum dan setelah datang bulan, setelah minum kontrasepsi oral ataupun sekitar masa menopause.
Anda bisa memeriksakan kondisi Anda ke Dokter apabila Anda merasa memiliki permasalahan bau badan yang tak kunjung hilang.
Dokter biasanya akan memeriksa bau badan, penyakit gusi, infeksi saluran kemih ataupun vaginosis bakterialis untuk mengetahui alasan yang tepat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







