Kenapa Orang Bisa Kecanduan Alkohol? Ini Faktor dan Dampaknya

AKURAT.CO Data WHO menunjukkan bahwa konsumsi alkohol menyebabkan 2,6 juta kematian per tahun di seluruh dunia atau 4,7 persen dari total kematian global, dengan dua juta kematian terjadi pada pria.
Selain itu, sekitar 400 juta orang mengalami gangguan penggunaan alkohol, dan 209 juta di antaranya mengalami ketergantungan alkohol.
Data ini menunjukkan bahwa kecanduan alkohol bukan hanya masalah kebiasaan, tetapi juga masalah kesehatan serius.
Lalu, kenapa orang bisa kecanduan alkohol? Artikel ini akan membahas faktor-faktor yang membuat alkohol menimbulkan kecanduan, serta dampaknya bagi kesehatan dan kehidupan sehari-hari.
Faktor Penyebab Kecanduan Alkohol
Alkohol memengaruhi otak dengan cara meningkatkan pelepasan dopamin, yaitu neurotransmitter yang membuat seseorang merasa senang dan puas.
Sensasi ini mendorong seseorang untuk terus mengonsumsi alkohol.
Namun, seiring tubuh dan otak terbiasa, efek menyenangkan dari alkohol ini akan berkurang, yang pada akhirnya menimbulkan ketidaknyamanan fisik.
Terdapat berbagai faktor yang bisa memengaruhi seseorang mengalami kecanduan alkohol, di antaranya:
1. Faktor Genetik
Kecanduan alkohol bisa dipengaruhi oleh faktor genetik dengan heritabilitas sekitar 40-70 persen. Beberapa gen, seperti ADH dan ALDH, berperan dalam memecah alkohol, sementara gen lain seperti CDH11, CDH13, GATA4, SLC22A18, dan KCNMA1 meningkatkan risiko kecanduan.
Selain itu, interaksi antara gen dan lingkungan, termasuk paparan alkohol, pola hidup atau stres dapat memengaruhi ekspresi gen melalui mekanisme epigenetik seperti metilasi DNA, sehingga otak menjadi lebih rentan terhadap efek alkohol hingga resiko kecanduan.
2. Faktor Psikologis
Masalah kesehatan mental, seperti stres, depresi, gangguan kecemasan, atau trauma, dapat meningkatkan kecenderungan seseorang menggunakan alkohol sebagai pelarian.
Banyak individu yang merasa alkohol membantu mereka "mengatasi" masalah, yang kemudian menyebabkan kebiasaan minum dan risiko kecanduan.
3. Faktor Sosial dan Lingkungan
Lingkungan sekitar ikut berperan dalam membentuk kebiasaan minum. Teman, pasangan, atau komunitas yang terbiasa mengonsumsi alkohol dapat mendorong seseorang untuk ikut minum.
Tak hanya itu, lingkungan yang menormalisasi konsumsi alkohol berlebihan atau tidak memberikan batasan yang jelas juga dapat memperkuat perilaku ini hingga menjadi kecanduan.
4. Faktor Usia
Usia muda merupakan periode paling rawan terpengaruh oleh alkohol. Remaja yang mulai mencoba alkohol cenderung akan terbiasa minum, terutama jika mendapat dorongan dari teman sebaya. Paparan dini terhadap alkohol dapat meningkatkan risiko ketergantungan di kemudian hari.
5. Faktor Biologis
Kecanduan alkohol bisa dipengaruhi oleh faktor biologis. Gangguan pada sistem reward di otak dan hormon tubuh dapat mendorong perilaku minum berlebihan.
Perbedaan genetik dan perubahan pada DNA juga memengaruhi cara tubuh merespons alkohol, sehingga meningkatkan risiko kecanduan.
Dampak Kecanduan Alkohol
Berikut ini adalah beberapa dampak akibat kecanduan alkohol, meliputi:
1. Gangguan Kesehatan Fisik
Konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah fisik. Alkohol memengaruhi sistem saraf, meningkatkan tekanan darah, dan membebani kerja jantung sehingga berisiko mengalami hipertensi atau gagal jantung.
Selain itu, alkohol juga mengganggu metabolisme tubuh dan fungsi hati, serta menurunkan kemampuan reproduksi. Bagi ibu hamil, konsumsi alkohol dapat membahayakan perkembangan janin.
2. Gangguan Kesehatan Mental dan Perilaku
Alkohol memengaruhi fungsi otak dan perilaku seseorang. Penggunaan yang berlebihan dapat menurunkan kemampuan berpikir, mengganggu pengambilan keputusan, dan meningkatkan tingkat emosi sehingga mudah tersulut amarah.
Pada tahap kecanduan yang parah, individu bisa mengalami hilang kesadaran, kejang, hingga kematian. Gangguan perilaku ini membuat pecandu lebih sulit menerima saran atau peringatan terkait risiko alkohol.
3. Dampak Sosial
Kecanduan alkohol tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga kehidupan sosial.
Pecandu sering mengalami hubungan sosial yang kurang harmonis karena mudah marah dan kehilangan kontrol diri.
Hal ini meningkatkan risiko terjadinya konflik, tindakan kriminal, dan ketidakmampuan menjaga hubungan interpersonal yang sehat.
Oleh karena itu, kecanduan alkohol menjadi masalah sosial yang memerlukan perhatian dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
Kesimpulan
Seseorang bisa mengalami kecanduan alkohol karena berbagai faktor, seperti stres, lingkungan pergaulan, faktor keturunan, dan rasa nyaman sesaat yang ditimbulkan setelah meminumnya. Jika tidak dikendalikan, kebiasaan ini perlahan bisa merusak tubuh, pikiran, dan hubungan sosial dengan orang-orang di sekitarnya.
Laporan: Lilis Anggraeni/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








