Kebakaran Gambut Berulang, Pakar Soroti Pengawasan dan Penegakan Hukum

AKURAT.CO Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut, masih menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan khusus. Selain pemadaman, upaya pencegahan juga memerlukan pengawasan, penegakan hukum, serta keterlibatan masyarakat.
Pakar lingkungan, Marningot Tua Natalis Situmorang menilai, pengangkatan Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) dapat memperkuat upaya pengelolaan gambut dan penanganan karhutla.
Dirinya menilai latar belakang keilmuan dan pengalaman Satyawan dalam pengelolaan gambut relevan dengan tantangan yang dihadapi lembaga tersebut.
Baca Juga: Aksi Simpatik The Changcuters di Synchronize Fest 2026: Ajak Penonton Doa Korban Karhutla
Natalis, yang menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, mengatakan pengelolaan gambut membutuhkan keahlian khusus karena karakteristiknya berbeda dari lahan pada umumnya.
Gambut terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang mengalami pembusukan tidak sempurna dalam kondisi lingkungan jenuh air. Karakteristik tersebut membuat penanganan kebakaran di kawasan gambut memiliki tantangan tersendiri.
"Kita menyambut baik pelantikan Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut. Dengan latar belakang keilmuan yang mumpuni dan segudang pengalaman menangani gambut, kita mengapresiasi Presiden Prabowo yang memilih sosok dengan kompetensi dan pengalaman yang relevan untuk memimpin lembaga ini. The right man in the right place," ujar Natalis melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Baca Juga: Tekan Dampak Karhutla, Komisi IX DPR Desak Fasilitas Publik Dilengkapi Penyaring Udara
Natalis menjelaskan, kebakaran di lahan gambut tidak hanya membakar vegetasi di permukaan. Api juga dapat merambat ke lapisan organik di bawah tanah dan bertahan sebagai bara dalam waktu lama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








