Kenapa Gigi Masih Sakit Setelah Ditambal? Ini Penjelasan dan Solusinya

AKURAT.CO Setelah menjalani perawatan gigi, banyak orang berharap rasa nyeri segera hilang. Namun, beberapa orang justru masih merasakan sakit bahkan setelah giginya ditambal. Apakah hal ini normal? Jawabannya: bisa iya, bisa tidak tergantung penyebabnya.
Baca Juga: Bebas Sakit Gigi Tanpa Obat! Ini 5 Cara Alami yang Bisa Kamu Lakukan di Rumah
Berikut beberapa alasan kenapa gigi masih sakit setelah ditambal, beserta cara mengatasinya:
1. Jaringan Saraf Masih Sensitif
Setelah proses penambalan, saraf gigi biasanya masih dalam tahap penyesuaian. Wajar jika muncul rasa ngilu saat mengunyah atau minum sesuatu yang panas dan dingin. Kondisi ini umumnya akan membaik dalam beberapa hari.
2. Tambalan Terlalu Tinggi
Jika tambalan sedikit lebih tinggi dari permukaan gigi lainnya, tekanan saat menggigit bisa terasa tidak nyaman. Rasa nyeri ini biasanya tajam dan muncul setiap kali menggigit makanan. Solusinya, segera kembali ke dokter gigi agar tambalan bisa disesuaikan.
3. Peradangan pada Jaringan Dalam Gigi
Pada kasus tertentu, lubang gigi yang terlalu dalam bisa mengenai lapisan saraf.
Walaupun sudah ditambal, peradangannya bisa masih terasa. Dokter mungkin akan menyarankan perawatan saluran akar bila nyeri tidak juga reda.
4. Reaksi terhadap Bahan Tambalan
Beberapa orang memiliki sensitivitas terhadap bahan tambalan tertentu, terutama resin komposit. Jika ini terjadi, dokter bisa mengganti bahan tambalan dengan jenis lain yang lebih cocok.
Baca Juga: Karies dan Gigi Berlubang Jadi Masalah Utama Kesehatan Gigi di Indonesia
5. Kebersihan Mulut Kurang Terjaga
Setelah tambal gigi, penting untuk tetap menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara rutin dan menggunakan obat kumur agar tidak ada infeksi baru yang muncul.
Jika rasa sakit bertahan lebih dari seminggu atau semakin parah, sebaiknya segera konsultasikan kembali ke dokter gigi.
Penanganan sejak dini akan mencegah kerusakan lebih lanjut dan membuat senyum kamu kembali nyaman tanpa rasa nyeri.
Dinda NS (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








