Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?

AKURAT.CO Pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang menyebut adanya aktor tertentu dan penumpang gelap di balik polemik ijazahnya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bukanlah hal yang mengejutkan.
Pernyataan tersebut dipandang bahwa Jokowi mulai panik, seiring menguatnya dorongan penggunaan hak angket di DPR untuk mengusut polemik ijazah Gibran.
"Saya tidak terlalu heran dan merasa terkejut dengan pernyataan Pak Jokowi yang menyebut bahwa mereka yang mempersoalkan ijazah Gibran dan juga ijazahnya sebelumnya adalah ada orang-orang yang disetir atau digerakkan oleh aktor tertentu dan di tengah-tengahnya dimasuki oleh para penumpang gelap," kata Pengamat politik, Ray Rangkuti, saat dihubungi wartawan, Sabtu (17/10/2026).
Baca Juga: PDIP Respons Jokowi soal Operasi Politik, Ungkit Putusan MK hingga Lolosnya Gibran
Menurut Ray, pernyataan mengenai adanya aktor yang menggerakkan pihak-pihak tertentu bukan kali pertama disampaikan Jokowi. Namun hingga kini, dia menilai belum ada kejelasan mengenai sosok yang dimaksud dalam pernyataan tersebut.
"Karena pertama, ini sudah biasa dilakukan oleh Pak Jokowi dan sampai sejauh ini kita belum pernah mendapatkan kejelasan siapa aktor dan siapa penunggang gelap yang dimaksudkan oleh Pak Jokowi sejak, saya kira sejak tiga tahun yang lalu sudah sering diungkapkan oleh Pak Jokowi hal yang seperti ini," ujarnya.
Ray kemudian mengaitkan pernyataan Jokowi tersebut dengan perkembangan dorongan hak angket yang belakangan menguat. Dia menduga munculnya pernyataan itu tidak terlepas dari tekanan politik akibat polemik ijazah Gibran yang terus bergulir.
"Nah, yang kedua, ini saya kira menunjukkan bahwa ada kepanikan di lingkungan Pak Jokowi terkait dengan perkembangan ijazah ini, khususnya dorongan supaya dilakukan hak angket yang hari demi hari makin membesar," kata Ray.
Baca Juga: Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
Dia juga menyinggung pola respons Jokowi ketika menghadapi kritik. Menurutnya, Jokowi kerap menyampaikan pernyataan mengenai adanya pihak yang menggerakkan suatu persoalan ketika kehabisan argumen, yang pada kesempatan sebelumnya juga diikuti dengan pelaporan ke kepolisian.
Ray menegaskan, pihak-pihak yang mendorong hak angket bukanlah kelompok misterius sebagaimana yang digambarkan dalam pernyataan mengenai aktor dan penumpang gelap. Identitas serta latar belakang para pendukung hak angket, dapat ditelusuri secara terbuka.
"Nah, yang ketiga adalah kita yang mendorong hak angket ini bukanlah orang-orang yang gelap ya, yang apalagi ditumpangi oleh penumpang gelap. Kita semua adalah orang-orang yang terang-terangan. Bisa dicek masing-masing apa dan siapa para pendukung dari hak angket ini," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









