Osteoporosis Bisa Datang Diam-diam, Ini Cara Mencegahnya Sejak Dini

AKURAT.CO Menjaga kesehatan tulang kerap kali kurang mendapat perhatian dibandingkan dengan perawatan jantung atau kulit.
Padahal, tulang merupakan fondasi utama tubuh yang menopang hampir seluruh aktivitas manusia setiap hari.
Salah satu ancaman serius bagi kesehatan tulang adalah osteoporosis, yakni kondisi ketika kepadatan tulang menurun sehingga menjadi rapuh dan mudah patah.
Penyakit ini sering dijuluki silent disease karena umumnya tidak menimbulkan gejala hingga terjadi patah tulang, seperti pada pergelangan tangan, tulang belakang, atau panggul.
Banyak orang beranggapan osteoporosis hanya menyerang lansia, khususnya perempuan pascamenopause. Namun faktanya, proses pengeroposan tulang dapat dimulai sejak usia muda tanpa disadari.
Gaya hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta asupan gizi yang tidak seimbang menjadi faktor utama yang mempercepat penurunan massa tulang.
Karena itu, pencegahan osteoporosis sebaiknya dilakukan sejak dini, bahkan sejak remaja atau usia produktif, ketika kepadatan tulang masih berada pada titik optimal.
Langkah pencegahan ini tidak sulit, tetapi membutuhkan kesadaran dan kebiasaan hidup sehat yang konsisten.
Baca Juga: Komisi III DPR: KUHP Baru Cegah Pemidanaan Sewenang-wenang Jika Diterapkan Secara Utuh
Langkah Mencegah Osteoporosis Sejak Dini
1. Penuhi Asupan Kalsium dan Vitamin D
Kalsium merupakan mineral utama penyusun tulang, sedangkan vitamin D berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium.
Sumber kalsium dapat diperoleh dari susu, yogurt, keju, ikan sarden, tahu, tempe, serta sayuran hijau seperti bayam dan brokoli.
Vitamin D bisa didapatkan dari paparan sinar matahari pagi, kuning telur, ikan berlemak seperti salmon dan tuna, serta suplemen bila diperlukan.
2. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik berperan besar dalam menjaga kepadatan tulang. Jenis olahraga yang dianjurkan meliputi weight-bearing exercise seperti berjalan cepat, jogging, dan naik tangga, serta resistance training seperti latihan beban ringan.
Olahraga teratur membantu merangsang pembentukan tulang baru dan memperlambat proses pengeroposan.
3. Hindari Gaya Hidup Tidak Sehat
Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan terbukti dapat menurunkan kepadatan tulang. Nikotin menghambat penyerapan kalsium, sementara alkohol mengganggu metabolisme vitamin D.
Menghentikan atau mengurangi kebiasaan ini merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan tulang jangka panjang.
4. Pertahankan Berat Badan Ideal
Berat badan yang terlalu rendah dapat meningkatkan risiko osteoporosis karena rendahnya kadar hormon yang berperan menjaga kepadatan tulang, terutama pada wanita.
Sebaliknya, kelebihan berat badan juga dapat membebani tulang dan sendi. Menjaga berat badan ideal adalah pilihan terbaik untuk kesehatan tulang.
5. Konsumsi Gizi Seimbang
Selain kalsium dan vitamin D, tulang juga memerlukan nutrisi lain seperti magnesium, fosfor, protein, dan vitamin K.
Pola makan seimbang yang mencakup biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, telur, dan sayuran hijau sangat penting untuk mendukung metabolisme tulang.
Baca Juga: Cara Optimasi Deskripsi Youtube agar Muncul di Pencarian: Panduan Lengkap dan Praktis
6. Lakukan Pemeriksaan Tulang Secara Berkala
Bagi individu yang memiliki riwayat keluarga osteoporosis, pemeriksaan kepadatan tulang (bone mineral density test) sejak usia muda dapat menjadi langkah pencegahan yang bijak.
Deteksi dini memungkinkan penanganan dilakukan lebih cepat sebelum terjadi komplikasi serius.
Osteoporosis memang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi risikonya bisa ditekan secara signifikan melalui pola hidup sehat.
Dengan menjaga asupan nutrisi, rutin berolahraga, dan menghindari kebiasaan buruk, kesehatan tulang dapat terjaga hingga usia lanjut.
Laporan: Bunga Adinda/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








