Benarkah Makanan Bergizi Bisa Mempercepat Kesembuhan TBC? Simak Penjelasan Ahli

AKURAT.CO Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia, termasuk di Indonesia. Di tengah tingginya angka kasus TBC, muncul pertanyaan yang sering diajukan masyarakat, benarkah makanan bergizi dapat membantu mempercepat kesembuhan penderita TBC?
Pertanyaan ini kembali menjadi sorotan setelah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan agar penderita TBC menjadi salah satu kelompok penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, pasien TBC yang memperoleh asupan gizi cukup berpotensi memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik selama menjalani pengobatan.
Lalu, bagaimana penjelasan ilmiahnya?
Baca Juga: Syarat Daftar Ulang SPMB Lampung 2026, Siapkan Ijazah hingga Pas Foto
Hubungan TBC dan Gizi Menurut WHO
Dikutip dari situs resmi WHO, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menjelaskan bahwa kekurangan gizi (undernutrition) merupakan salah satu faktor risiko utama yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena TBC. Sebaliknya, penyakit TBC juga dapat memperburuk kondisi gizi seseorang.
WHO menyebut hubungan antara TBC dan malnutrisi bersifat dua arah. Orang yang mengalami kekurangan gizi lebih rentan mengalami TBC aktif, sementara penderita TBC sering mengalami penurunan berat badan dan kekurangan nutrisi akibat infeksi yang berlangsung dalam tubuh.
Dalam lembar fakta WHO tentang tuberkulosis dan malnutrisi disebutkan bahwa pasien TBC yang mengalami malnutrisi cenderung memiliki hasil pengobatan yang lebih buruk dibandingkan pasien dengan status gizi baik.
Apakah Makanan Bergizi Bisa Mempercepat Kesembuhan?
Para ahli menegaskan bahwa makanan bergizi bukanlah pengganti obat TBC. Pengobatan utama tetap menggunakan antibiotik yang diresepkan dokter dan harus dikonsumsi secara teratur selama beberapa bulan.
Namun, asupan gizi yang baik dapat membantu tubuh melawan infeksi, menjaga massa otot, mencegah penurunan berat badan berlebihan, serta mendukung proses pemulihan selama menjalani terapi.
WHO juga menyatakan bahwa penilaian status gizi dan konseling nutrisi merupakan bagian penting dalam penanganan pasien TBC aktif. Kondisi gizi yang baik dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien dan mendukung keberhasilan pengobatan.
Dengan kata lain, makanan bergizi tidak secara langsung menyembuhkan TBC, tetapi dapat membantu tubuh pulih lebih optimal selama proses pengobatan berlangsung.
Baca Juga: Niat Puasa Asyura 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Mengapa Penderita TBC Sering Mengalami Penurunan Berat Badan?
Salah satu gejala umum TBC adalah penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Selain itu, penderita juga sering mengalami batuk berkepanjangan, demam, keringat malam, kelelahan, dan rasa lemas.
Penurunan berat badan terjadi karena tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk melawan infeksi. Pada saat yang sama, banyak penderita TBC mengalami penurunan nafsu makan sehingga asupan nutrisi menjadi tidak mencukupi. Kondisi ini dapat memicu malnutrisi dan memperlambat pemulihan.
Nutrisi Apa yang Dibutuhkan Penderita TBC?
Meskipun kebutuhan setiap pasien berbeda, para ahli umumnya menyarankan pola makan seimbang yang mengandung:
Protein dari ikan, telur, ayam, daging tanpa lemak, tempe, dan tahu.
Karbohidrat sebagai sumber energi.
Sayur dan buah yang kaya vitamin serta mineral.
Cairan yang cukup untuk menjaga kondisi tubuh.
Makanan dengan kandungan zat besi, zinc, dan vitamin A yang mendukung sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, pasien TBC disarankan tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar kebutuhan gizinya dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
WHO mencatat TBC masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi akibat penyakit menular di dunia. Pada 2024, sekitar 10,7 juta orang mengalami TBC dan lebih dari 1,2 juta orang meninggal akibat penyakit ini. Indonesia termasuk negara dengan beban kasus TBC yang tinggi secara global.
Karena itu, selain menjalani pengobatan hingga tuntas, penderita TBC juga perlu memperhatikan asupan nutrisi harian agar kondisi tubuh tetap terjaga selama masa terapi.
Baca Juga: Tiket Kapal Diskon Laris Manis, PELNI Jual 214 Ribu Tiket dalam Dua Pekan
FAQ
Apakah penderita TBC harus makan lebih banyak?
Penderita TBC umumnya membutuhkan asupan nutrisi yang cukup karena tubuh menggunakan energi lebih besar untuk melawan infeksi. Namun, pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan anjuran dokter.
Apakah TBC bisa sembuh hanya dengan makanan bergizi?
Tidak. TBC harus diobati dengan antibiotik sesuai resep dokter. Makanan bergizi hanya berperan sebagai pendukung pemulihan.
Mengapa penderita TBC sering kurus?
Infeksi TBC dapat meningkatkan kebutuhan energi tubuh sekaligus menurunkan nafsu makan sehingga menyebabkan penurunan berat badan.
Apa makanan terbaik untuk penderita TBC?
Makanan tinggi protein, buah, sayuran, serta sumber vitamin dan mineral penting dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama pengobatan.
Apakah kekurangan gizi meningkatkan risiko TBC?
Ya. WHO menyebut kekurangan gizi merupakan salah satu faktor risiko utama yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami TBC aktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








