Sering Diabaikan, Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Bantu Jaga Kesehatan Jantung

AKURAT.CO Dalam menjaga kesehatan jantung tidak selalu dimulai dari perubahan besar. Salah satu langkah sederhana yang masih sering diabaikan adalah memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala, bahkan ketika tubuh belum menunjukkan keluhan.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bagi Columbia Asia Hospital Pulomas untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga melalui campaign “Lebih Merdeka, Lebih Peduli Kesehatan.” Campaign ini mengajak masyarakat mengenali faktor risiko penyakit tidak menular, termasuk hipertensi, gula darah tinggi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan stroke.
Baca Juga: Makanan Rendah Lemak untuk Kesehatan Jantung
Ajakan tersebut sejalan dengan perhatian kesehatan nasional terhadap penyakit tidak menular.
Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 73,8 juta penduduk hingga 31 Juli 2026. Dalam pelaksanaannya, tindak lanjut kesehatan antara lain berfokus pada tiga faktor risiko utama, yaitu hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi, yang dapat berkaitan dengan penyakit jantung, stroke, serta gangguan kesehatan lainnya.
Secara global, penyakit kardiovaskular juga masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 19,8 juta kematian akibat penyakit kardiovaskular pada 2022 dan terus menekankan pentingnya pencegahan, pengendalian faktor risiko, serta deteksi dan penanganan sedini mungkin.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari keterbatasan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk hidup sehat dan berkualitas. Salah satu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri adalah mengetahui kondisi kesehatan sebelum muncul masalah. Dengan begitu, kita memiliki kesempatan untuk mengambil langkah yang tepat lebih awal,” ujar dr. Devi Anggraeni, MM, CEO Columbia Asia Hospital Pulomas.
Sejumlah faktor risiko penyakit jantung dan penyakit tidak menular dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Tekanan darah tinggi, kadar gula darah, maupun kolesterol tinggi, misalnya, kerap baru diketahui melalui pemeriksaan. Kondisi tersebut menjadikan pemeriksaan kesehatan berkala sebagai bagian penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
Selain pemeriksaan, pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, menjaga berat badan, tidak merokok, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sesuai kondisi masing-masing juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung.
Dalam rangka campaign “Lebih Merdeka, Lebih Peduli Kesehatan,” Columbia Asia Hospital Pulomas menghadirkan sejumlah program kesehatan selama periode kemerdekaan. Program tersebut meliputi MCU Merdeka Prima seharga Rp950.000 untuk pemeriksaan yang lebih menyeluruh dan MCU Merdeka Sehat seharga Rp350.000 untuk pemeriksaan kesehatan dasar, yang berlaku hingga 31 Agustus 2026.
Selain itu, tersedia diskon 8,1% untuk paket General Medical Check Up Basic, Premium, dan Executive khusus penjaminan pribadi. Untuk mendukung perhatian terhadap kesehatan jantung, masyarakat juga dapat memanfaatkan Paket CT Scan “Spesial 81 Tahun Kemerdekaan” seharga Rp1.800.000 pada 31 Agustus 2026.
Program lainnya meliputi Membership Spesial Kemerdekaan seharga Rp81.000 per orang khusus penjaminan pribadi serta Lucky Dip dengan minimum transaksi Rp810.000 per hari bagi 17 pasien rawat jalan pertama. Program Lucky Dip berlaku untuk seluruh penjamin.
Seluruh program mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku serta ketersediaan layanan.
Melalui campaign ini, Columbia Asia Hospital Pulomas mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk mengambil langkah nyata bagi kesehatan diri dan keluarga.
Untuk informasi dan pendaftaran, masyarakat dapat menghubungi Columbia Asia Hospital Pulomas secara langsung.
Columbia Asia Hospitals berdiri sejak tahun 1996 dan saat ini mengelola 19 rumah sakit di Asia Tenggara: 5 di Indonesia, 13 di Malaysia dan 1 di Vietnam. Columbia Asia Hospitals berkomitmen menyediakan akses kesehatan yang efisien, terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat.
Dengan teknologi medis terbaru serta pelayanan rawat inap yang komprehensif, kami memastikan pasien mendapatkan perawatan yang terbaik dan waktu pemulihan yang lebih cepat. Semua ini didukung oleh tim konsultan medis yang sangat terampil dan staf yang memprioritaskan kebutuhan setiap pasien.
Columbia Asia Indonesia menyediakan beragam layanan medis dan spesialisasi seperti Bedah Umum, Onkologi, Neurologi, Kardiologi, Nefrologi, Pediatri atau Anak, Kebidanan & Ginekologi, Ortopedi dan Penyakit Dalam. Fasilitas lain seperti Unit Perawatan Intensif, Unit Perawatan Neonatal, Fisioterapi, Laboratorium, Farmasi, CATHLab, dan Radiologi juga tersedia.
Sejalan dengan visi “Menyediakan pelayanan perawatan sebaik mungkin lebih dekat dengan rumah," kami juga memiliki program medis yang komprehensif serta mengikuti standar kualitas internasional untuk memberikan pelayanan terbaik bagi komunitas dan masyarakat, menjadi pilihan utama bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







