Akurat Logo

Maag Kambuh Saat Perut Kosong? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Redaksi Akurat | 3 September 2026, 23:58 WIB
Maag Kambuh Saat Perut Kosong? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi maag.

AKURAT.CO Pernah merasakan nyeri atau sensasi perih di bagian atas perut pada pagi hari sebelum makan? Keluhan serupa juga bisa muncul ketika seseorang terlambat makan atau melewatkan waktu makan.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan pencernaan, termasuk dispepsia yang sering disebut masyarakat sebagai maag.

Pada sebagian orang, keluhan seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar, mual, atau kembung dapat terasa lebih jelas ketika perut kosong.

Namun, maag bukan satu penyakit tertentu. Keluhan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari dispepsia fungsional, gastritis, tukak lambung, infeksi Helicobacter pylori (H. pylori), hingga gangguan asam lambung.

Karena itu, penting mengetahui penyebabnya agar penanganannya tepat.

Apa Itu Maag dan Mengapa Bisa Kambuh Saat Perut Kosong?

Istilah “maag” umumnya digunakan untuk menggambarkan berbagai keluhan pada saluran pencernaan bagian atas.

Dalam dunia medis, salah satu istilah yang berkaitan adalah dispepsia, yang dapat menimbulkan gejala berupa nyeri atau rasa tidak nyaman di perut bagian atas, cepat kenyang, kembung, mual, dan sendawa.

Keluhan yang muncul ketika perut kosong dapat terjadi pada kondisi tertentu, termasuk tukak lambung atau tukak usus dua belas jari.

Pada beberapa orang, makan justru dapat sementara meredakan rasa tidak nyaman, meski pola gejalanya dapat berbeda-beda.

Karena itu, tidak tepat menganggap setiap sakit perut saat lapar sebagai tanda bahwa asam lambung sedang “mengikis” dinding lambung.

Penyebab Maag Kambuh Saat Perut Kosong

1. Produksi Asam Lambung

Lambung memang secara alami menghasilkan asam untuk membantu proses pencernaan. Pada kondisi tertentu, paparan asam dapat menimbulkan atau memperburuk gejala, terutama jika terdapat gangguan pada lapisan pelindung lambung atau terdapat luka pada saluran pencernaan.

Namun, perut kosong tidak selalu berarti asam lambung akan merusak dinding lambung. Lambung memiliki mekanisme perlindungan yang membantu melindungi jaringan dari asam.

2. Infeksi Helicobacter pylori

Infeksi bakteri H. pylori merupakan salah satu penyebab penting gastritis dan tukak lambung.

Bakteri ini dapat merusak lapisan pelindung lambung dan menyebabkan peradangan. Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat menimbulkan nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas.

Jika infeksi H. pylori dicurigai, pemeriksaan dan pengobatan perlu dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter. Mengonsumsi makanan tertentu saja tidak cukup untuk menghilangkan infeksi tersebut.

3. Penggunaan Obat Antiinflamasi Nonsteroid

Obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID, seperti ibuprofen dan aspirin, dapat meningkatkan risiko iritasi lambung serta tukak, terutama jika digunakan dalam dosis tinggi atau dalam jangka panjang.

Jika Anda rutin menggunakan obat jenis tersebut dan mengalami keluhan lambung, konsultasikan penggunaannya kepada dokter. Jangan menghentikan obat yang diresepkan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

4. Stres dan Pola Hidup

Stres tidak selalu menjadi penyebab langsung maag, tetapi dapat memperburuk keluhan pencernaan pada sebagian orang.

Selain itu, pola makan tidak teratur, merokok, konsumsi alkohol, serta makanan atau minuman tertentu yang menjadi pemicu pribadi juga dapat membuat gejala semakin terasa.

Baca Juga: Investasi Merugi? Ini Strategi Exit dan Cara Memulihkan Portofolio

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.