Akurat Logo

Sering Lelah Meski Sudah Cukup Tidur? Kenali Kaitannya dengan Diabetes

Redaksi Akurat | 4 September 2026, 00:00 WIB
Sering Lelah Meski Sudah Cukup Tidur? Kenali Kaitannya dengan Diabetes
Ilustrasi orang yang sering lelah.

AKURAT.CO Merasa lelah sepanjang hari meski sudah cukup tidur bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Namun, pada orang yang mengalami diabetes, kelelahan juga dapat menjadi salah satu gejala yang perlu diperhatikan.

Berbeda dengan rasa lelah setelah melakukan aktivitas fisik, kelelahan yang berkaitan dengan diabetes dapat berlangsung terus-menerus dan disertai gejala lain, seperti sering haus, sering buang air kecil, penglihatan kabur, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Kondisi tersebut dapat terjadi karena kadar gula darah yang tidak terkontrol membuat tubuh tidak dapat menggunakan glukosa secara optimal sebagai sumber energi. Karena itu, kelelahan yang menetap dan tidak memiliki penyebab jelas sebaiknya tidak diabaikan.

Apa Itu Diabetes dan Mengapa Bisa Menyebabkan Kelelahan?

Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak memproduksi cukup insulin, tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, atau keduanya.

Insulin berperan membantu glukosa dari aliran darah masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.

Ketika insulin tidak bekerja secara efektif, glukosa dapat menumpuk di dalam darah dan tubuh mengalami kesulitan memanfaatkannya secara optimal.

Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap munculnya rasa lelah atau kekurangan energi.

Selain itu, kadar gula darah yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui urine sehingga meningkatkan risiko dehidrasi yang dapat memperburuk rasa lelah.

Penyebab Kelelahan pada Penderita Diabetes

Ada beberapa faktor yang dapat membuat penderita diabetes lebih mudah mengalami kelelahan.

1. Kadar Gula Darah Tidak Terkontrol

Ketika kadar gula darah terlalu tinggi, tubuh mengalami kesulitan menggunakan glukosa secara efektif. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa lemas, mudah lelah, atau sulit berkonsentrasi.

Sebaliknya, kadar gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan energi. Hipoglikemia dapat terjadi pada sebagian penderita diabetes, terutama sebagai efek pengobatan tertentu.

2. Dehidrasi

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan tubuh mengeluarkan lebih banyak glukosa melalui urine. Proses ini menarik cairan sehingga seseorang dapat lebih sering buang air kecil.

Jika cairan yang hilang tidak segera digantikan, tubuh dapat mengalami dehidrasi. Salah satu dampaknya adalah tubuh terasa lemas dan mudah lelah.

3. Gangguan Tidur

Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil pada malam hari. Kondisi tersebut dapat mengganggu kualitas tidur sehingga tubuh tidak memperoleh waktu istirahat yang optimal.

Gangguan tidur seperti sleep apnea juga dapat berkaitan dengan diabetes dan menyebabkan seseorang tetap merasa lelah pada siang hari meskipun merasa sudah tidur cukup.

4. Komplikasi dan Kondisi Kesehatan Lain

Kelelahan pada penderita diabetes juga dapat berkaitan dengan komplikasi atau kondisi kesehatan lain, seperti:

  • Penyakit ginjal, yang dapat berkembang sebagai komplikasi diabetes.

  • Gangguan tiroid, yang dapat memengaruhi metabolisme dan tingkat energi.

  • Anemia, yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan pasokan oksigen dan membuat seseorang mudah lelah.

  • Gangguan kesehatan mental, seperti stres atau depresi, yang juga dapat memengaruhi energi dan kualitas tidur.

Karena penyebabnya beragam, kelelahan tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya tanda untuk menentukan seseorang mengalami diabetes.

Baca Juga: Maag Kambuh Saat Perut Kosong? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.