Akurat Logo

Waspada Efek Samping Obat Diabetes Jangka Panjang, Kenali Risikonya

Redaksi Akurat | 4 September 2026, 23:03 WIB
Waspada Efek Samping Obat Diabetes Jangka Panjang, Kenali Risikonya
Ilustrasi obat penurun gula.

AKURAT.CO Menjaga kadar gula darah tetap stabil merupakan bagian penting dalam pengelolaan diabetes.

Penggunaan obat penurun gula darah dapat membantu mengendalikan kadar glukosa, tetapi setiap obat memiliki manfaat sekaligus potensi efek samping yang perlu diperhatikan.

Pemahaman mengenai efek samping obat dapat membantu pasien dan dokter menentukan pengobatan yang aman dan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Risiko Hipoglikemia

Salah satu efek samping yang perlu diwaspadai adalah hipoglikemia atau kondisi ketika kadar gula darah terlalu rendah.

Risiko ini terutama dapat meningkat pada penggunaan insulin dan obat tertentu, seperti golongan sulfonilurea.

Hipoglikemia dapat menimbulkan gejala berupa gemetar, berkeringat, lapar, pusing, lemas, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran pada kondisi yang berat.

Karena itu, pasien yang menggunakan obat dengan risiko hipoglikemia perlu mengikuti anjuran dokter dan melakukan pemantauan kadar gula darah sesuai kebutuhan.

Efek pada Berat Badan dan Metabolisme

Beberapa jenis obat diabetes, termasuk insulin dan sulfonilurea, dapat dikaitkan dengan peningkatan berat badan pada sebagian pasien.

Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena berat badan berlebih dapat memengaruhi sensitivitas insulin dan pengendalian gula darah.

Pola makan seimbang dan aktivitas fisik secara teratur dapat membantu menjaga berat badan sekaligus mendukung pengelolaan diabetes.

Efek obat juga dapat berbeda pada setiap pasien. Karena itu, perubahan dosis maupun jenis obat tidak sebaiknya dilakukan sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Perhatikan Fungsi Ginjal dan Hati

Ginjal dan hati berperan dalam proses metabolisme serta pembuangan sejumlah obat dari tubuh.

Pada pasien diabetes, fungsi kedua organ tersebut juga perlu dipantau karena diabetes sendiri dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal dan komplikasi lainnya.

Namun, tidak semua obat penurun gula darah memberikan efek yang sama terhadap hati dan ginjal. Pemilihan obat perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien, termasuk fungsi ginjal dan hati.

Pemeriksaan secara berkala dapat membantu dokter mengevaluasi keamanan dan efektivitas pengobatan.

Baca Juga: Garudayaksa FC Gandeng Zentara sebagai Sponsor Utama, Bawa Teknologi ke Super League 2026-2027

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.