Waspada Efek Samping Obat Diabetes Jangka Panjang, Kenali Risikonya

AKURAT.CO Menjaga kadar gula darah tetap stabil merupakan bagian penting dalam pengelolaan diabetes.
Penggunaan obat penurun gula darah dapat membantu mengendalikan kadar glukosa, tetapi setiap obat memiliki manfaat sekaligus potensi efek samping yang perlu diperhatikan.
Pemahaman mengenai efek samping obat dapat membantu pasien dan dokter menentukan pengobatan yang aman dan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Risiko Hipoglikemia
Salah satu efek samping yang perlu diwaspadai adalah hipoglikemia atau kondisi ketika kadar gula darah terlalu rendah.
Risiko ini terutama dapat meningkat pada penggunaan insulin dan obat tertentu, seperti golongan sulfonilurea.
Hipoglikemia dapat menimbulkan gejala berupa gemetar, berkeringat, lapar, pusing, lemas, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran pada kondisi yang berat.
Karena itu, pasien yang menggunakan obat dengan risiko hipoglikemia perlu mengikuti anjuran dokter dan melakukan pemantauan kadar gula darah sesuai kebutuhan.
Efek pada Berat Badan dan Metabolisme
Beberapa jenis obat diabetes, termasuk insulin dan sulfonilurea, dapat dikaitkan dengan peningkatan berat badan pada sebagian pasien.
Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena berat badan berlebih dapat memengaruhi sensitivitas insulin dan pengendalian gula darah.
Pola makan seimbang dan aktivitas fisik secara teratur dapat membantu menjaga berat badan sekaligus mendukung pengelolaan diabetes.
Efek obat juga dapat berbeda pada setiap pasien. Karena itu, perubahan dosis maupun jenis obat tidak sebaiknya dilakukan sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Perhatikan Fungsi Ginjal dan Hati
Ginjal dan hati berperan dalam proses metabolisme serta pembuangan sejumlah obat dari tubuh.
Pada pasien diabetes, fungsi kedua organ tersebut juga perlu dipantau karena diabetes sendiri dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal dan komplikasi lainnya.
Namun, tidak semua obat penurun gula darah memberikan efek yang sama terhadap hati dan ginjal. Pemilihan obat perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien, termasuk fungsi ginjal dan hati.
Pemeriksaan secara berkala dapat membantu dokter mengevaluasi keamanan dan efektivitas pengobatan.
Baca Juga: Garudayaksa FC Gandeng Zentara sebagai Sponsor Utama, Bawa Teknologi ke Super League 2026-2027
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









