Akurat Logo

Kualitas Udara Memburuk Akibat Abu Vulkanik, Bagaimana Cara Melindungi Kesehatan Paru-paru?

Wahyu SK | 11 September 2026, 22:24 WIB
Kualitas Udara Memburuk Akibat Abu Vulkanik, Bagaimana Cara Melindungi Kesehatan Paru-paru?
Cara terbaik melindungi paru-paru adalah dengan mengurangi jumlah abu yang terhirup. - Foto: Magnific

AKURAT.CO Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 September 2026 menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah.

Berdasarkan pemantauan BMKG, hingga Senin, 7 September 2026 pagi, abu pada lapisan permukaan hingga sekitar 15.000 kaki terpantau meluas ke arah barat daya hingga barat laut. Mencakup sebagian Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, dan Bengkulu.

BMKG terus memantau pergerakan abu vulkanik.

Kondisi ini perlu diwaspadai karena paparan abu vulkanik dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan partikel halus yang terhirup.

Menurut dr. Sondang Ruth Angelia Sirait, M.Ked.(Paru), Sp.P, Dokter Spesialis Paru Bethsaida Hospital Gading Serpong, secara umum, semakin kecil ukuran partikel, semakin jauh partikel dapat masuk ke saluran pernapasan. Bahkan sebagian partikel yang sangat halus dapat mencapai saluran napas kecil yang disebut alveolus yang akan menyebabkan peradangan dan stres oksidatif.

Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam, Agung Sedayu Group Bagikan Masker Gratis ke Warga PIK

“Karena itu, saat terjadi paparan abu vulkanik, prinsip utama yang perlu dilakukan adalah mengurangi paparan sebaik mungkin,” jelas dr. Sondang, dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Mengenal PM10 dan PM2.5

Abu vulkanik terdiri dari campuran partikel dengan ukuran dan komposisi yang beragam.

Sebagian fraksi abu yang tersuspensi di udara dapat berada dalam rentang particulate matter (PM).

PM10 adalah partikel dengan diameter aerodinamik 10 mikrometer atau lebih kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Sementara itu, PM2.5 memiliki diameter aerodinamik 2,5 mikrometer atau lebih kecil dan dapat menembus lebih dalam hingga ke saluran napas kecil di paru.

Semakin kecil partikelnya, semakin besar kemungkinannya mencapai saluran napas yang lebih dalam.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK