Beban Dengue 2024 Tembus Hampir Rp9 Triliun, KOBAR Dorong Pencegahan Jadi Prioritas Nasional

AKURAT.CO Dengue bukan lagi semata persoalan kesehatan. Studi terbaru menempatkannya sebagai beban ekonomi berskala nasional yang menekan sistem pembiayaan kesehatan, produktivitas, dan keuangan keluarga.
Penelitian yang dipresentasikan dalam Asia Dengue Summit ke-9 di Singapura, Juni 2026, memperkirakan beban ekonomi dengue di Indonesia mencapai USD550,9 juta atau hampir Rp9 triliun pada 2024, dengan lebih dari dua juta kunjungan rawat inap.
Menunjukkan bahwa beban penyakit ini tidak hanya besar dari sisi biaya, tetapi juga dari sisi tekanan terhadap layanan kesehatan.
Tanpa upaya pengendalian yang tepat dan sistematis, kasus dengue yang tidak terkendali akan berdampak negatif pada kinerja pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Menyikapi temuan ini, Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue mendorong pencegahan dengue yang terintegrasi dijadikan prioritas nasional. Sejalan dengan agenda pemerintah memperkuat kesehatan dan ketahanan bangsa.
Dengue merupakan salah satu penyakit menular melalui vektor dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 2024 sebagai tahun dengan jumlah kasus dengue tertinggi yang pernah tercatat secara global.
Sebagai negara tropis dengan status hiperendemis, Indonesia menghadapi risiko penularan sepanjang tahun. Setiap orang berisiko terinfeksi, tanpa memandang tempat tinggal, usia, maupun gaya hidup.
Baca Juga: Merdeka dari DBD: Setelah 58 Tahun, Siapkah Indonesia Wujudkan Nol Kematian Akibat Dengue pada 2030?
Infeksi dengue dapat mengancam jiwa, dan seseorang dapat terinfeksi virus dengue lebih dari satu kali, dengan potensi infeksi berikutnya berisiko lebih berat.
Studi beban penyakit yang dilakukan Center for Health Financing Policy and Insurance Management (Pusat KPMAK), Universitas Gadjah Mada (UGM), menunjukkan bahwa pada 2024, sebagian besar beban ekonomi dengue terletak pada pasien yang dijamin BPJS Kesehatan.
Meskipun BPJS Kesehatan, melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), menanggung biaya medis pasien dengue, namun JKN tidak menghapus beban finansial rumah tangga yang disebabkan oleh dengue. Pada pasien dengue yang tercakup JKN, estimasi biaya medis langsung mencapai sekitar Rp3 triliun dan hanya merupakan sebagian dari keseluruhan beban ekonomi pasien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







