6 Gejala Keracunan Makanan dan Pertolongan Pertama yang Perlu Dilakukan

AKURAT.CO Keracunan makanan dapat terjadi setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Kondisi ini umumnya ditandai dengan gangguan pencernaan seperti diare, mual, muntah, hingga sakit perut.
Jika muntah dan diare berlangsung berulang kali, tubuh juga berisiko kehilangan banyak cairan.
Karena itu, penting mengenali gejala keracunan makanan sekaligus mengetahui pertolongan pertama yang dapat dilakukan di rumah.
Baca Juga: Pekerjaan Terancam AI
Gejala Keracunan Makanan
1. Diare
Diare ditandai dengan buang air besar yang lebih sering dari biasanya dengan tekstur tinja yang lebih encer. Kondisi ini dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan jika berlangsung terus-menerus.
2. Mual dan Muntah
Rasa mual atau keinginan untuk muntah juga sering muncul setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Pada beberapa kondisi, mual dan muntah dapat terjadi bersamaan dengan diare maupun sakit perut.
3. Sakit atau Kram Perut
Keracunan makanan dapat membuat perut terasa tidak nyaman. Keluhannya bisa berupa sakit perut, mulas, kram, atau rasa nyeri yang datang dan pergi.
4. Demam
Jika keracunan disebabkan oleh infeksi tertentu, tubuh dapat merespons dengan meningkatkan suhu. Akibatnya, seseorang mungkin mengalami demam disertai rasa tidak enak badan.
Baca Juga: Di Balik Rencana Sekolah Gratis Prabowo: Setiap Anak Berhak Dapat Pendidikan Layak
5. Tubuh Lemas
Muntah dan diare yang terjadi berulang kali dapat membuat tubuh kehilangan cairan dan elektrolit. Akibatnya, tubuh bisa terasa lemas, lesu, dan kurang bertenaga.
6. Tanda-Tanda Dehidrasi
Kehilangan banyak cairan akibat muntah atau diare dapat menyebabkan dehidrasi. Beberapa tandanya antara lain sering merasa haus, mulut terasa kering, lebih jarang buang air kecil, urine berwarna lebih pekat, hingga pusing terutama ketika berdiri.
Pertolongan Pertama Keracunan Makanan
1. Utamakan mengganti cairan yang hilang
Minum air secara berkala. Jika mengalami diare atau muntah cukup banyak, larutan oralit dapat membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
2. Jangan memaksakan makan dalam jumlah banyak
Ketika mual mulai berkurang, konsumsi makanan dalam porsi kecil dan pilih makanan yang lebih mudah ditoleransi tubuh.
3. Istirahat yang cukup
Tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan diri dari infeksi atau iritasi saluran pencernaan.
4. Jangan sembarangan minum obat antidiare atau antibiotik
Obat tertentu tidak cocok untuk semua penyebab diare. CDC menyebut obat antidiare sebaiknya dihindari ketika terdapat demam tinggi atau darah dalam tinja, sedangkan antibiotik tidak diperlukan untuk sebagian besar kasus keracunan makanan.
FAQ
1. Apa saja gejala keracunan makanan?
Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain diare, mual, muntah, sakit atau kram perut, demam, tubuh terasa lemas, dan tanda-tanda dehidrasi.
2. Apa yang harus dilakukan saat mengalami keracunan makanan?
Hal utama yang perlu diperhatikan adalah mengganti cairan yang hilang dengan minum secara berkala. Jika muntah atau diare cukup banyak, oralit dapat membantu menggantikan cairan dan elektrolit.
3. Apakah boleh makan saat keracunan makanan?
Ketika masih mengalami mual, tidak perlu memaksakan makan dalam jumlah banyak. Setelah kondisi mulai membaik, cobalah makan dalam porsi kecil dengan makanan yang lebih mudah ditoleransi tubuh.
4. Apakah keracunan makanan harus selalu minum obat?
Tidak selalu. Penanganannya bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gejala. Sebaiknya jangan mengonsumsi antibiotik atau obat antidiare secara sembarangan tanpa anjuran tenaga kesehatan.
5. Kapan keracunan makanan perlu diperiksakan ke dokter?
Segera cari pertolongan medis jika mengalami tanda dehidrasi berat, muntah terus-menerus sehingga sulit minum, diare berdarah, demam tinggi, atau gejala yang semakin parah maupun tidak kunjung membaik.
Kesimpulan
Keracunan makanan umumnya dapat menimbulkan diare, mual, muntah, sakit perut, demam, lemas, hingga dehidrasi.
Saat gejala muncul, hal terpenting adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi, beristirahat, dan tidak memaksakan makan dalam jumlah banyak.
Hindari mengonsumsi obat antidiare atau antibiotik tanpa pertimbangan yang tepat. Jika muncul gejala berat atau tanda dehidrasi, segera periksakan kondisi ke tenaga kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







