Kultum Ramadhan Akurat.co, Ustadz Miftahur Mengajak Kita untuk Berpuasa dengan Ikhlas

AKURAT.CO Pada hari Selasa (2/4) program Akurat.co menghadirkan Da’i Nasional, Miftahur Rahman Isbandi sebagai pembicara.
Program Kultum Akurat.co disiarkan di kanal YouTube resmi Akurat.co. Program yang ditayangkan ini membawakan tema “Ukhuwah Islamiyah”.
Ustadz Miftahur menyatakan jika Ramadhan adalah bulan yang istimewa. Karena bulan Ramadhan merupakan satu-satunya bulan di mana Allah sendiri yang akan menilai ibadah umat-Nya.
Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 183:
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa dan Shalat Surabaya Hari ini, 2 April 2024
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
“Allah lebih spesifik menyebut seruan ini hanya ditujukan kepada orang-orang yang beriman, karena puasa harus dilandasi oleh iman. Orang islam yang tidak beriman, banyak yang tidak menjalankan puasa,” Ujar Ustadz Miftahur Rahman dalam tayangan Kultum Ramadhan Akurat.co
Dalam ceramah yang berjudul “Ukhuwah Islamiyah”, Ustadz Miftahur menyebutkan jika orang yang tidak menjalankan shalat atau puasa, maka ia tidak dipanggil oleh Allah Swt saat bulan Ramadhan. Karena Allah dalam ayat tersebut, Allah hanya memanggil orang-orang yang beriman.
“Orang yang beriman menjalankan ibadah puasa dengan kei-manannya, ikhlas karena Allah Swt. Sementara orang yang tidak beriman, menjalankan puasa bukan karena panggilan Allah. Tapi karena gengsi, riya, atau karena nggak enak sama anaknya, saudaranya, istrinya, atau ayah dan ibunya,” ucapnya.
Baca Juga: Ceramah Singkat: Apa yang Dilakukan Nabi Muhammad di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan?
Lebih lanjut, Ustadz Miftahur menjelaskan jika orang beriman melakukan ibadah puasa karena Allah Swt. Dengan begitu di manapun dia berada, ia akan tetap menjalankan puasanya. Karena puasa merupakan salah satu yang menghubungkan Allah dengan hamba-Nya.
“Banyak juga umat Islam yang menjalankan puasa, tapi dia tidak dapat pahala dari puasa. Karena ia menjalankan puasa bukan karena ikhlas lillahita’ala. Dia menjalankan ibadah puasa karena ia ingin dipuji oleh manusia dan mendapat perhatian dari lawan jenis,” tuturnya.
Ustadz Miftahur mengatakan jika iman dibutuhkan dalam menjalankan ibadah puasa. Ia juga menambahkan jika tujuan akhir dari berpuasa adalah agar kita menjadi hamba Allah yang bertakwa.
“Kalau kita sudah bertakwa, Allah akan berikan apapun pahala dari ketakwaan kita,” paparnya.
Di akhir ceramah, Ustadz Miftahur mengajak kita untuk menjalankan puasa Ramadhan dengan ikhlas. Agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa dan mendapatkan surga yang dijanjikan oleh Allah Swt.
Kultum Ramadhan Akurat.co yang menghadirkan banyak penceramah ini merupakan kerjasama antara Akurat.co dengan Bank Syariah Indonesia(BSI) dan Jamkrindo. Program yang tayang selama bulan Ramadhan setiap pukul 17.30 WIB ini tayang di kanal YouTube resmi Akurat.co.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









