AKURAT.CO Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang dialami seseorang saat tidur. Dalam Islam, mimpi bisa memiliki berbagai makna, tergantung pada jenis mimpi tersebut.
Mimpi bisa berasal dari Allah sebagai kabar gembira, dari diri sendiri berdasarkan pikiran dan perasaan sehari-hari, atau dari setan sebagai bentuk gangguan.
Salah satu mimpi yang sering menimbulkan kekhawatiran adalah mimpi bertemu jin atau setan.
Jin dan setan adalah makhluk gaib yang diciptakan oleh Allah dari api. Dalam banyak tradisi Islam, jin bisa baik atau jahat, sedangkan setan secara khusus adalah makhluk yang selalu berusaha menggoda manusia untuk berbuat dosa.
Mimpi bertemu dengan jin atau setan sering kali dianggap sebagai mimpi yang buruk dan menakutkan.
Dalam Islam, ada hadits yang menjelaskan bahwa mimpi buruk atau mimpi yang menakutkan biasanya berasal dari setan. Rasulullah SAW bersabda:
"الرُّؤْيَا ثَلاَثٌ فَرُؤْيَا الصَّالِحَةِ بُشْرَى مِنَ اللهِ وَرُؤْيَا تَحْزِينٌ مِنَ الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ بِهِ الْمَرْءُ نَفْسَهُ"
Artinya: “Mimpi itu ada tiga macam: Mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah, mimpi buruk yang berasal dari setan, dan mimpi dari diri sendiri berdasarkan apa yang dipikirkan seseorang.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menunjukkan bahwa mimpi buruk, termasuk mimpi bertemu dengan jin atau setan, adalah bentuk gangguan dari setan. Setan berusaha menakuti manusia melalui mimpi, sehingga mereka merasa gelisah atau khawatir.
Islam mengajarkan beberapa langkah yang bisa dilakukan jika seseorang mengalami mimpi buruk, termasuk mimpi bertemu jin atau setan:
1. Mengubah Posisi Tidur
Rasulullah SAW menyarankan agar seseorang yang mengalami mimpi buruk mengubah posisi tidurnya. Dalam sebuah hadits disebutkan, "Apabila salah seorang dari kalian bermimpi buruk, hendaklah dia meludah ke kiri tiga kali, lalu berpindahlah ke sisi lain dari tempat tidurnya." (HR. Muslim).
2. Memohon Perlindungan kepada Allah
Ketika terbangun dari mimpi buruk, dianjurkan untuk membaca ta'awudz (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ) yang artinya "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk," dan melanjutkannya dengan membaca surat Al-Falaq dan An-Nas.
3. Tidak Menceritakan Mimpi Buruk
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda: "Jika salah seorang dari kalian melihat mimpi yang tidak disukainya, janganlah ia menceritakannya kepada siapapun, lalu bangunlah dan shalatlah." (HR. Muslim). Hal ini dimaksudkan agar mimpi tersebut tidak memberikan pengaruh negatif pada diri dan orang lain.
Mimpi bertemu jin atau setan, seperti mimpi buruk lainnya, biasanya dianggap sebagai gangguan dari setan. Dalam Islam, disarankan untuk tetap tenang, berdoa, dan tidak terlalu memikirkan mimpi tersebut. Dengan mengikuti ajaran Rasulullah SAW dalam menyikapi mimpi buruk, kita dapat menjaga diri dari pengaruh negatif dan tetap berada dalam perlindungan Allah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









