Nonton Film IndoXXI, Apakah Masih Bisa? Ini Pesan Islam untuk Berhati-hati dalam Memilih Tontonan

AKURAT.CO Dalam beberapa tahun terakhir, situs IndoXXI menjadi salah satu platform yang digemari oleh masyarakat untuk menonton film secara daring.
Namun, situs ini telah resmi ditutup oleh pemerintah karena dianggap ilegal dan melanggar hak cipta.
Penutupan situs tersebut bukan hanya soal aturan hukum negara, tetapi juga menjadi momen bagi kita untuk merenungkan pentingnya memilih tontonan yang sesuai dengan nilai-nilai agama Islam.
Tontonan Sebagai Bentuk Hiburan
Hiburan adalah kebutuhan manusia untuk menyegarkan pikiran. Namun, dalam Islam, segala bentuk hiburan harus didasarkan pada prinsip-prinsip syariat. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
والذين هم عن اللغو معرضون
Artinya: "Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna." (QS. Al-Mu’minun: 3)
Ayat ini mengingatkan kita untuk menjauh dari hal-hal yang tidak bermanfaat, termasuk tontonan yang berisi konten tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Konten hiburan yang mengandung unsur kekerasan, pornografi, atau nilai-nilai yang bertentangan dengan akhlak Islam tidak hanya merusak jiwa, tetapi juga dapat memengaruhi perilaku seseorang.
Baca Juga: Download Film Yandex Browser Jepang, Apakah Bertentangan dengan Nilai-Nilai Agama Islam?
Tanggung Jawab Dalam Memilih Tontonan
Sebagai seorang Muslim, kita memiliki tanggung jawab besar terhadap apa yang kita lihat dan dengar. Rasulullah ﷺ bersabda:
كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته
Artinya: "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa kita bertanggung jawab atas setiap pilihan yang kita buat, termasuk dalam memilih tontonan. Apa yang kita lihat bukan hanya berdampak pada diri kita, tetapi juga pada keluarga dan lingkungan sekitar.
Tontonan yang Meninggalkan Jejak di Hati
Islam mengajarkan bahwa hati adalah pusat pengendali manusia. Rasulullah ﷺ bersabda:
ألا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب
Artinya: "Ketahuilah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka seluruh tubuh menjadi baik. Jika ia rusak, maka seluruh tubuh menjadi rusak. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati." (HR. Bukhari dan Muslim)
Tontonan yang buruk dapat merusak hati dan menjauhkan kita dari kebaikan. Sebaliknya, memilih hiburan yang bermanfaat dapat memperkuat hati dan mendekatkan kita kepada Allah.
Baca Juga: Nonton Film LK21 Bahaya, Islam Ajarkan Kejujuran dalam Menikmati Hiburan
Kesimpulannya, menonton film atau hiburan lainnya bukanlah sesuatu yang dilarang selama sesuai dengan syariat Islam.
Namun, situs seperti IndoXXI yang ilegal dan kerap menampilkan konten yang tidak pantas harus dihindari, bukan hanya karena melanggar hukum, tetapi juga karena bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Sebagai Muslim, kita harus berhati-hati dalam memilih tontonan. Jangan sampai apa yang kita nikmati hari ini membawa dampak buruk di dunia dan akhirat kelak.
Mari memilih hiburan yang halal, bermanfaat, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








