Mengenang Titiek Puspa, Dari Belajar Islam di Usia Senja hingga Wakafkan Tanah untuk Bangun Masjid

AKURAT.CO Sudarwati—nama kecil Titiek Puspa—tak hanya dikenal sebagai maestro musik Indonesia, tapi juga sosok yang mengalami perjalanan spiritual yang kompleks dan dalam.
Lahir di Kalimantan Selatan dan tumbuh di Temanggung, Jawa Tengah, ia mengarungi kehidupan penuh perjuangan: dari menyeberangi Sungai Progo saat sekolah, hingga menembus kabut dengan obor di tangan. Semua itu membentuk fondasi mental seorang legenda.
Namun, kisah yang paling menyentuh justru datang di usia senja. Pada usia 52 tahun, sekitar tahun 1989, Titiek Puspa mulai mempelajari Islam secara serius dan menjalankan salat.
Keputusannya ini bukan sekadar ritual, tapi proses transformatif yang berakar dari perenungan mendalam.
“Mulai sembahyang sejak tahun 1989,” ungkapnya dalam wawancara terdahulu.
Baca Juga: Soal Hak Cipta Lagu Titiek Puspa, Putri Sulung: Sedang Diupayakan
Puncaknya adalah tindakan filantropis dan spiritual: mewakafkan rumah masa kecil dan tanah peninggalan orangtuanya di Temanggung untuk dijadikan Masjid Birul Walidain (arti: menyayangi orang tua). Warga mengenalnya sebagai Masjid Titiek Puspa.
Masjid ini diresmikan pada 4 November 2000 oleh Bupati Temanggung waktu itu, dan kini aktif digunakan oleh masyarakat sekitar.
Ia bukan hanya tempat ibadah, tetapi monumen batin—mengabadikan cinta Titiek pada keluarganya dan spiritualitas yang dipilihnya di akhir hayat.
Yang menarik adalah konflik persepsi publik soal agama Titiek, bahkan setelah wafatnya pada 10 April 2025. Ini menunjukkan betapa kuatnya stereotip atau bias publik terhadap identitas keagamaan publik figur.
Namun fakta wakaf dan praktik salat sejak 1989 memberikan validasi teologis dan sosial terhadap keislaman beliau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







