Sholawat Asyghil: Doa Perlindungan dari Kezaliman dan Simbol Cinta kepada Rasulullah

AKURAT.CO Sholawat Asyghil bukan sekadar untaian pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, ia menjadi bentuk doa yang sarat makna spiritual dan sosial.
Sholawat ini diyakini mampu menghadirkan ketenangan batin sekaligus perlindungan dari kezaliman, sehingga banyak diamalkan di berbagai majelis taklim, pesantren, hingga sebagai wirid harian umat Islam.
Sholawat Asyghil populer melalui jalur sanad para ulama Ahlussunnah wal Jamaah.
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal sebagai Gus Baha’, menjelaskan bahwa sholawat ini berasal dari doa-doa para orang saleh terdahulu—sebuah munajat yang lahir dari kegelisahan sosial dan keinginan akan keadilan.
Dalam teksnya, terdapat permohonan kepada Allah SWT agar menyibukkan para pelaku kezaliman dengan sesama mereka, dan menyelamatkan umat dari jeratan kekuasaan yang menindas.
Dengan kata lain, Sholawat Asyghil adalah bentuk ikhtiar batin agar kezaliman tidak lagi merajalela.
Baca Juga: KPK Telusuri Aliran Uang Korupsi ASDP untuk Beli Properti, Emas, Valas hingga Kripto
Lafal Sholawat Asyghil dan Artinya
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin wa asyghilidz dzâlimîna bidz dzâlimîna wa akhrijna min bainihim sâlimîn, wa ‘ala âlihi wa shahbihi ajma’în.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad. Sibukkanlah orang-orang zalim dengan sesamanya, dan keluarkanlah kami dari tengah-tengah mereka dalam keadaan selamat. Limpahkan pula rahmat kepada keluarga dan sahabat beliau seluruhnya."
Sholawat Asyghil memiliki kekuatan yang melampaui dimensi ritual. Dalam pandangan para ulama, ia merupakan bentuk perlawanan spiritual terhadap ketidakadilan.
Membacanya bukan hanya bermakna doa, melainkan juga manifestasi solidaritas terhadap sesama yang tertindas.
Gus Baha’ menekankan bahwa kekuatan doa ini bisa menjadi benteng moral di tengah fitnah kekuasaan dan tekanan hidup.
Dalam konteks kekinian, Sholawat Asyghil dapat menjadi medium kontemplatif yang menyatukan semangat keagamaan dan kepedulian sosial.
Lebih dari Sekadar Doa
Banyak majelis ilmu, pesantren, hingga komunitas Muslim menjadikan Sholawat Asyghil sebagai bacaan rutin. Hal ini mencerminkan keyakinan bahwa sholawat tersebut mampu:
-
Menguatkan jiwa dalam menghadapi kezaliman,
-
Menumbuhkan empati sosial,
-
Membangun solidaritas,
-
Menanamkan cinta yang tulus kepada Nabi Muhammad SAW.
Sholawat Asyghil adalah doa yang hidup—mengalir dari hati yang merindukan keadilan, tertuju kepada Sang Nabi tercinta, dan membangun harapan akan dunia yang lebih damai.
Baca Juga: Wamendagri: Mitigasi dan Koordinasi Jadi Kunci Sukses PSU dan Pilkada Ulang
Di tengah situasi yang tak menentu, membacanya bukan hanya membawa ketenangan, tetapi juga menyuarakan harapan: agar cahaya kebenaran senantiasa menang atas kegelapan kezaliman.
Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








