Doa untuk Indonesia di Momen Kemerdekaan, agar Dijauhkan dari Korupsi

AKURAT.CO Setiap tahun bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaan dengan penuh semangat kebangsaan.
Bendera merah putih dikibarkan di setiap sudut negeri, lagu-lagu perjuangan berkumandang, dan doa-doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas anugerah kemerdekaan yang telah diraih dengan pengorbanan para pahlawan.
Namun di tengah euforia peringatan HUT RI, tidak sedikit masyarakat yang merenungkan kondisi bangsa saat ini. Salah satu penyakit sosial yang masih menggerogoti adalah praktik korupsi.
Korupsi tidak hanya merugikan negara secara materi, tetapi juga menghancurkan sendi-sendi moral, menumbuhkan ketidakadilan, memperlebar jurang kemiskinan, dan melemahkan kepercayaan rakyat terhadap pemimpin.
Tidak heran jika doa-doa yang dipanjatkan di momen kemerdekaan sering kali diiringi harapan agar Indonesia dijauhkan dari praktik busuk ini.
Dalam tradisi Islam, doa bukan sekadar permintaan, melainkan juga bentuk ikhtiar spiritual untuk membersihkan hati dan menguatkan tekad dalam menegakkan keadilan.
Baca Juga: Kumpulan Doa untuk Indonesia agar Menjadi Negara Maju dan Rakyatnya Sejahtera
Salah satu doa yang bisa dipanjatkan adalah:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي بِلَادِنَا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَأَعِذْهَا مِنَ الْفَسَادِ وَالظُّلْمِ وَالرِّشْوَةِ، وَوَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِنَا لِلْعَدْلِ وَالْأَمَانَةِ
Allāhumma bārik lanā fī bilādinā, waj‘alhā baladan āminan mutma’innan, wa a‘id’hā mina al-fasādi wa al-zhulmi wa al-riswah, wa waffiq wulāta umūrinā lil-‘adli wal-amānah.
Artinya: Ya Allah, berkahilah negeri kami, jadikanlah ia negeri yang aman dan tenteram, jauhkanlah dari kerusakan, kezaliman, dan suap. Berilah taufik kepada para pemimpin kami untuk berlaku adil dan amanah.
Doa ini mencerminkan keinginan masyarakat agar bangsa Indonesia tidak hanya kuat secara ekonomi dan politik, tetapi juga bersih secara moral. Sebab, kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan fisik, melainkan juga dari belenggu korupsi yang merusak peradaban bangsa.
Baca Juga: 18 Agustus 2025 Bukan Libur Nasional, Ini Ketetapan Resmi Pemerintah
Di momen peringatan kemerdekaan ini, umat Islam diajak untuk memperkuat doa sekaligus aksi nyata.
Doa menjadi landasan spiritual, sementara aksi nyata diwujudkan dengan sikap jujur, menjauhi praktik suap, berani menolak gratifikasi, dan menegakkan nilai keadilan di level keluarga, masyarakat, hingga pemerintahan.
Dengan kombinasi doa dan kerja keras, harapan Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, dan makmur dapat terwujud.
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







