Aktivis NU Desak Elite PBNU Terseret Skandal Kuota Haji Mundur, Ingatkan NU Bukan Benteng Koruptor

AKURAT.CO Desakan agar jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diduga terlibat kasus korupsi kuota haji segera mundur dari jabatan semakin menguat.
Seruan terbaru datang dari aktivis NU, Khalilur R Abdullah Sahlawiy, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi meningkatkan status perkara tersebut dari penyelidikan menjadi penyidikan.
Menurut Khalilur, langkah KPK itu menandakan adanya tersangka yang sudah dikantongi. Ia bahkan menegaskan, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas diduga kuat sebagai pelaku utama, mengingat posisinya yang kala itu memegang otoritas tertinggi dalam penyelenggaraan haji.
“Orang-orang dekat atau lingkar utama Yaqut Cholil Qoumas yang kini menjabat sebagai Ketua PBNU, seperti Abdurrahman alias Adung dan Isfah Abidal Aziz alias Alex, sebaiknya mundur dari kepengurusan PBNU,” kata Khalilur kepada wartawan, Sabtu (9/8/2025).
Baca Juga: KPK Segera Umumkan Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Ia menekankan, jika nantinya KPK resmi menetapkan mereka sebagai tersangka, pengunduran diri merupakan pilihan paling terhormat demi menjaga marwah NU.
“NU tidak boleh jadi benteng bagi koruptor. NU juga tidak boleh digunakan sebagai alat pembela koruptor,” tegasnya.
Kasus dugaan korupsi kuota haji ini menyita perhatian publik karena melibatkan pejabat tinggi negara sekaligus tokoh sentral organisasi Islam terbesar di Indonesia. Meski begitu, hingga kini KPK belum mengumumkan secara resmi daftar tersangka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









