Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Keistimewaan Gunung dalam Al-Qur'an

AKURAT.CO Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali mengingatkan manusia bahwa bumi yang selama ini terlihat tenang ternyata menyimpan dinamika yang luar biasa. Gunung yang dari kejauhan tampak kokoh dan diam dapat sewaktu-waktu mengeluarkan abu, material vulkanik, hingga lava.
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung api, erupsi tentu menjadi peristiwa yang harus dihadapi dengan kewaspadaan. Namun bagi umat Islam, fenomena alam seperti ini juga dapat menjadi momentum untuk merenungkan bagaimana Al-Qur'an menggambarkan gunung.
Gunung memiliki posisi yang cukup istimewa dalam Al-Qur'an. Ia tidak hanya disebut sebagai bagian dari bentang alam, tetapi juga menjadi salah satu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.
Salah satu gambaran tersebut terdapat dalam Surah An-Naba' ayat 6-7:
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak?”
Dalam ayat ini, gunung disebut dengan istilah “awtad”, bentuk jamak dari “watad” yang berarti pasak. Perumpamaan tersebut menggambarkan sesuatu yang memiliki fungsi menancap dan mengokohkan.
Baca Juga: Gunung Meletus dan Abu Vulkanik, Apakah Tanda Allah Murka? Ini Kata Al-Qur'an
Sejumlah ulama tafsir menjelaskan ayat tersebut sebagai bagian dari rangkaian tanda-tanda kekuasaan Allah. Gunung dan bumi disebut bersamaan untuk menunjukkan bagaimana Allah menciptakan tempat kehidupan manusia dengan berbagai unsur yang menopangnya.
M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan bahwa penyebutan gunung sebagai pasak dapat dipahami melalui gambaran bahwa bagian gunung tidak hanya yang tampak di permukaan, tetapi juga memiliki bagian yang tertanam. Meski demikian, penjelasan semacam ini tetap perlu dibaca sebagai bagian dari tafsir, bukan menjadikan Al-Qur'an sebagai buku teks geologi.
Keistimewaan gunung juga terlihat dari cara Al-Qur'an menggambarkan kekokohannya. Dalam Surah Al-Anbiya' ayat 31, Allah SWT berfirman:
وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ
“Dan Kami telah menjadikan di bumi gunung-gunung yang kokoh agar bumi itu tidak guncang bersama mereka.”
Ayat tersebut menunjukkan fungsi gunung dalam konteks penciptaan bumi sebagaimana dipahami dalam bahasa Al-Qur'an. Gunung digambarkan sebagai “rawasi”, yakni sesuatu yang kokoh dan teguh.
Namun, Al-Qur'an juga menghadirkan gambaran yang berbeda. Gunung yang selama ini terlihat kokoh ternyata bukan sesuatu yang selalu berada dalam keadaan yang sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






