Akurat Logo

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Keistimewaan Gunung dalam Al-Qur'an

Lufaefi | 7 September 2026, 09:10 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Keistimewaan Gunung dalam Al-Qur'an
Gunung Anak Krakatau erupsi, Pantai Carita tetap dipadati wisatawan.

AKURAT.CO Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali mengingatkan manusia bahwa bumi yang selama ini terlihat tenang ternyata menyimpan dinamika yang luar biasa. Gunung yang dari kejauhan tampak kokoh dan diam dapat sewaktu-waktu mengeluarkan abu, material vulkanik, hingga lava.

Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung api, erupsi tentu menjadi peristiwa yang harus dihadapi dengan kewaspadaan. Namun bagi umat Islam, fenomena alam seperti ini juga dapat menjadi momentum untuk merenungkan bagaimana Al-Qur'an menggambarkan gunung.

Gunung memiliki posisi yang cukup istimewa dalam Al-Qur'an. Ia tidak hanya disebut sebagai bagian dari bentang alam, tetapi juga menjadi salah satu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.

Salah satu gambaran tersebut terdapat dalam Surah An-Naba' ayat 6-7:

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا ۝ وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak?”

Dalam ayat ini, gunung disebut dengan istilah “awtad”, bentuk jamak dari “watad” yang berarti pasak. Perumpamaan tersebut menggambarkan sesuatu yang memiliki fungsi menancap dan mengokohkan.

Baca Juga: Gunung Meletus dan Abu Vulkanik, Apakah Tanda Allah Murka? Ini Kata Al-Qur'an

Sejumlah ulama tafsir menjelaskan ayat tersebut sebagai bagian dari rangkaian tanda-tanda kekuasaan Allah. Gunung dan bumi disebut bersamaan untuk menunjukkan bagaimana Allah menciptakan tempat kehidupan manusia dengan berbagai unsur yang menopangnya.

M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan bahwa penyebutan gunung sebagai pasak dapat dipahami melalui gambaran bahwa bagian gunung tidak hanya yang tampak di permukaan, tetapi juga memiliki bagian yang tertanam. Meski demikian, penjelasan semacam ini tetap perlu dibaca sebagai bagian dari tafsir, bukan menjadikan Al-Qur'an sebagai buku teks geologi.

Keistimewaan gunung juga terlihat dari cara Al-Qur'an menggambarkan kekokohannya. Dalam Surah Al-Anbiya' ayat 31, Allah SWT berfirman:

وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ

“Dan Kami telah menjadikan di bumi gunung-gunung yang kokoh agar bumi itu tidak guncang bersama mereka.”

Ayat tersebut menunjukkan fungsi gunung dalam konteks penciptaan bumi sebagaimana dipahami dalam bahasa Al-Qur'an. Gunung digambarkan sebagai “rawasi”, yakni sesuatu yang kokoh dan teguh.

Namun, Al-Qur'an juga menghadirkan gambaran yang berbeda. Gunung yang selama ini terlihat kokoh ternyata bukan sesuatu yang selalu berada dalam keadaan yang sama.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi