Kebakaran Hutan di Kawasan Bromo, Ini Cara Islami Menjaga Lingkungan

AKURAT.CO Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian. Kali ini, kebakaran meluas di kawasan Gunung Bromo hingga wilayah Pos Jemplang dan mendekati area Kafe Bromo Hillside.
Petugas gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus mengevakuasi pengunjung yang berada di sekitar lokasi. Demi keselamatan, pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga menutup total akses wisata Gunung Bromo.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kawasan alam tidak hanya memiliki nilai wisata, tetapi juga merupakan bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga. Hutan berfungsi menjaga keseimbangan lingkungan, menjadi habitat berbagai makhluk hidup, sekaligus menopang kehidupan manusia.
Dalam perspektif Islam, menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan sosial, melainkan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Allah SWT berfirman:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.'"
(QS. Al-Baqarah: 30).
Baca Juga: Penumpang BAB di KRL Bogor-Jakarta Kota, Ini Etika Islam Menjaga Kebersihan
Konsep khalifah dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia memiliki amanah untuk mengelola bumi. Amanah itu bukan berarti manusia bebas mengeksploitasi alam, melainkan mengelolanya secara bertanggung jawab.
Al-Qur'an juga mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan dapat muncul akibat ulah manusia.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
(QS. Ar-Rum: 41).
Ayat tersebut dapat menjadi refleksi ketika terjadi kerusakan lingkungan. Tidak semua kebakaran hutan tentu disebabkan oleh manusia, karena faktor alam juga dapat berperan. Namun, perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan dapat memperbesar risiko dan dampak kebakaran.
Lantas, bagaimana cara menjaga lingkungan secara Islami?
Pertama, tidak membuang sampah sembarangan. Sampah yang ditinggalkan di kawasan wisata bukan hanya merusak keindahan alam, tetapi juga dapat menjadi sumber persoalan lingkungan. Pengunjung hendaknya membawa kembali sampahnya dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan.
Kedua, berhati-hati dengan api. Ketika berada di kawasan hutan atau pegunungan, api tidak boleh digunakan secara sembarangan. Bara api dari aktivitas memasak, membakar sampah, maupun kegiatan lainnya harus benar-benar dipastikan telah padam sebelum meninggalkan lokasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





