5 Ritual Pagi Islami 10 Menit untuk Kembalikan Ketenangan Jiwa

AKURAT.CO Pagi hari sering menjadi awal dari kesibukan. Begitu membuka mata, sebagian orang langsung memeriksa pesan WhatsApp, mengecek media sosial, memikirkan pekerjaan, hingga membaca berbagai berita yang membuat pikiran penuh sebelum aktivitas benar-benar dimulai.
Padahal, Islam mengajarkan umatnya untuk memulai hari dengan mengingat Allah. Tidak harus dengan ritual yang panjang. Bahkan, sekitar 10 menit setelah bangun tidur dapat dimanfaatkan untuk menata hati sebelum menghadapi berbagai urusan.
Berikut lima kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan.
Awali dengan doa dan rasa syukur
Begitu terbangun, jangan langsung meraih ponsel. Berikan beberapa saat untuk menyadari bahwa Allah masih memberikan kesempatan menjalani kehidupan.
Rasulullah SAW mengajarkan doa ketika bangun tidur:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya kami akan kembali.”
Doa singkat ini mengajarkan satu hal penting: kehidupan adalah nikmat, bukan sesuatu yang otomatis kita miliki.
Baca Juga: Bikin Resah Warga, Bagaimana Hukum Menghadirkan Sound Horeg dalam Pandangan Islam?
Berwudu dan menunaikan salat Subuh
Jika belum melaksanakan salat Subuh, jadikan ibadah ini sebagai prioritas pertama. Berwudu juga dapat menjadi momen transisi dari kondisi mengantuk menuju keadaan yang lebih sadar dan siap menjalani hari.
Salat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga ruang untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan.
Allah SWT berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra'd: 28).
Zikir selama beberapa menit
Setelah salat, luangkan waktu untuk berzikir. Tidak perlu memaksakan jumlah yang panjang jika waktu terbatas. Membaca tasbih, tahmid, takbir, istigfar, dan salawat dengan penuh kesadaran dapat menjadi cara sederhana untuk menenangkan pikiran.
Yang terpenting bukan hanya gerakan bibir, tetapi menghadirkan kesadaran bahwa ada Allah yang menjadi tempat bergantung.
Baca Juga: Ramai Larangan Jilbab di Azerbaijan: Menakar Hak Pendidikan Versus Kedaulatan Negara dalam Islam
Membaca Al-Qur'an meski hanya beberapa ayat
Sepuluh menit tidak harus dihabiskan untuk membaca banyak halaman. Beberapa ayat Al-Qur'an yang dibaca dengan perlahan dan dipahami maknanya dapat menjadi bekal mental sebelum memulai aktivitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 7Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 8Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo





