Ini Alasan Laporan Jurnalis Perempuan yang Dilecehkan di KRL Dioper-oper Polisi

AKURAT.CO Polsek Tebet membeberkan alasan pihaknya sempat 'mengoper-oper' laporan jurnalis perempuan berinisial QHS, saat ingin melaporkan dugaan pelecehan yang dialaminya di KRL Commuter Line Jakarta-Bogor.
Kapolsek Tebet, Kompol Murodih, mengatakan pihaknya mencoba mengarahkan korban ke Polres atau Polda, lantaran di sana terdapat unit (PPA) Pelayanan Perempuan dan Anak.
"Kemudian karena memang arahnya ke pelecehan seksual kita coba arahkan ke Polda atau mungkin bisa ke Polres yang memang ada ranahnya di sana, yang mungkin PPA yang bisa, mungkin kewenangannya begitu," katanya saat dihubungi wartawan, dikutip Jumat (19/7/2024).
Baca Juga: Jurnalis Perempuan Direkam Diam-diam di KRL, Pelaku Bisa Kena Pidana
Selain itu, dia juga membantah bahwa pihaknya menolak laporan yang dilayangkan oleh QRS. "Kita terima (pelaporan itu), bukan enggak diterima, kan ada komunikasi di sini," tukasnya.
Bahkan, setelah diterima, pelaporan korban sempat diarahkan ke Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tebet untuk diproses lebih lanjut.
"Setelah itu kita terima tuh terus dilanjut ke Reskrim, dari Reskrim di situ ketemulah dia sama yang piket, dia mungkin cerita, dia kan juga enggak sendiri, diantar sama temennya juga," ungkapnya.
Diketahui, seorang jurnalis magang berinisial QHS mengalami kejadian tak mengenakan di Commuter Line relasi Jakarta-Bogor sepulang bertugas pada Selasa (16/7/2024) malam.
Saat itu, QHS duduk sendirian dan sedang memakai earphone, dirinya tidak memperhatikan sekelilingnya. Sesaat kemudian, petugas KRL menghampiri dan memberitahukan QHS bahwa terdapat pria paruh baya yang sedang merekamnya.
Kemudian, petugas dan pria paruh baya tersebut berdebat. Dari perdebatan itu, QHS menilai bahwa pria paruh baya memang merekam dirinya. Hal ini diperkuat setelah handphone terduga perekam dicek dan terdapat tujuh video QHS dengan durasi 3-7 menit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







