KPK Periksa 9 Saksi Terkait Dugaan Kasus Korupsi Shelter Tsunami di NTB

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap sembilan orang saksi pada hari ini, Kamis (5/9/2024), terkait dugaan kasus korupsi tempat evakuasi sementara (TES) atau shelter tsunami di Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Pemeriksaan dilakukan di Kantor BPKP, Jl. Majapahit Nomor 23, Kota Mataram, NTB," ujar Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika dalam keterangan kepada wartawan.
Tessa menyebut kan, ke-9 saksi yang dimintai keterangan yakni berinisial, ADH; IRH; LNJ; GMT; DWS; AHP; IMA; IRW; dan RBZ. Namun, dia belum merinci materi pemeriksaan yang ingin didalami penyidik kepada saksi.
Berdasarkan penelusuran para saksi yang diperiksa adalah; Andria Hidayati Sekretaris Pokja; Irham Anggota Pokja; Isnaedi Jamhari Anggota Pokja dan Sekretaris PPHP; Gematullah Wiraswasta.
Baca Juga: KPK Sebut Shelter Tsunami NTB Garapan Waskita Karya Tak Bisa Digunakan
Kemudian, Dwi Sugiyanto Pensiunan ASN (Mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Nusa Tenggara Barat); Ananto Hariyono Prasetyo Tim Pengelola Teknis Proyek Pembangunan TES/Shelter Tsunami NTB; Iwan Maret Asmara Kepala BPBD Lombok Utara periode tahun 2018; Irwan Kepala DPPKAD Kab. Lombok Utara periode tahun 2017; dan Robinzahdi Wiraswasta.
Diketahui, KPK sedang mengusut dugaan korupsi pembangunan tempat evakuasi sementara (TES) atau shelter tsunami di NTB. Penyidikan dugaan korupsi ini dilaksanakan sejak 2023.
Ada dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, rinciannya seorang merupakan penyelenggara negara dan lainnya berasal dari BUMN. Berdasarkan informasi, dua tersangka itu yakni, Aprialely Nirmala selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Agus Herijanto selaku Project Manager (PM) atau Kepala Proyek PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Saat proyek itu berlangsung, Aprialely Nirmala menjabat Kepala Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan (Satker PBL) Kementerian PUPR Perwakilan NTB.
Anggaran pembangunan shelter yang ujungnya dikorupsi ini berasal dari Kementerian PUPR. Adapun dugaan modus rasuah adalah menurunkan kualitas pembangunan.
Proyek bernilai sekitar Rp20 miliar yang berujung rasuah itu digarap oleh PT Waskita Karya. Lembaga antikorupsi juga sedang mendalami dugaan keterlibatan salah satu perusahaan plat merah bidang konstruksi itu dalam sengkarut dugaan rasuah ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







