Kasus Korupsi Pengadaan Komputer dan Laptop PT INTI Rugikan Negara hingga Rp100 Miliar

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan komputer dan laptop, di PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) (Persero) tahun 2017-2018.
Sejauh ini, diduga kasus tersebut merugikan negara sekira Rp100 miliar. Jumlah ini merupakan penghitungan saat proses penyelidikan.
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika, membenarkan saat ini pengusutan kasus ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Jumlah dugaan kerugian negara dalam proses penyidikan bisa bertambah, karena penghitungan masih dilakukan oleh auditor.
"Dugaan kerugian negara sementara atas pengadaan tersebut sekitar kurang lebih Rp100 miliar. Jumlah ini merupakan penghitungan saat proses penyelidikan," ucap Tessa Mahardika kepada wartawan, Selasa (29/10/2024).
Baca Juga: KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Komputer dan Laptop di PT Industri Telekomunikasi Indonesia
Dugaan korupsi di PT INTI ini diusut menggunakan surat perintah penyidikan (sprindik) baru. Sprindik itu, bersifat umum. "Ini merupakan sprindik yang baru diterbitkan oleh KPK. Belum ada penetapan tersangka," ujarnya.
Namun demikian, KPK telah mengantongi nama pihak-pihak yang bakal dimintai pertanggungjawaban atas dugaan perbuatan rasuah ini. Diperkirakan, lembaga antirasuah tak lama lagi akan menjerat tersangka.
"Penyidik masih mengumpulkan dan mempelajari semua alat bukti untuk kemudian meminta pertanggungjawaban pidana kepada pihak-pihak yang patut atas pengadaan tersebut," kata Tessa.
Dalam pengusutan kasus ini, KPK diketahui telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima saksi pada Senin, 28 Oktober. Lima saksi yang telah diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan yakni Nilawaty Djuanda selaku Direktur Keuangan PT Industri Telekomunikasi Indonesia 2014-2019; Adiaris selaku Direktur Bisnis PT Industri Telekomunikasi Indonesia tahun 2016-2017; dan Senior Account Manager PT Industri Telekomunikasi Indonesia tahun 2017-2018, Yani Gustiana.
Lalu, Direktur PT Mitra Buana Komputindo (MBK), Natalia Gozali; serta Victor Antonio Kohar selaku Direktur PT Asiatel Globalindo.
"Saksi hadir semua dan didalami terkait dengan peran dan pengetahuan mereka dalam pengadaan Komputer dan Laptop tahun 2017-2018 di PT Industri Telekomunikasi Indonesia atau PT. INTI Persero," kata Tessa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








