Wabendum HMI Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pajak di Banjarmasin

AKURAT.CO Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat, transparan, dan tidak tebang pilih dalam mengusut dugaan korupsi pajak yang menyeret nama korporasi besar Grup Adaro.
Wakil Bendahara Umum PB HMI, Saeful Bahri, menyatakan, penegakan hukum tidak boleh mandul atau berhenti hanya pada level operator atau pejabat teknis di lapangan.
Menurutnya, KPK harus berani menyentuh lingkaran kekuasaan tertinggi di dalam korporasi yang menikmati atau merestui aliran kebijakan tersebut.
"Negara tidak boleh kalah di hadapan oligarki dan korporasi raksasa. Ketika KPK menemukan indikasi kuat hingga melakukan penggeledahan dan penyitaan terkait dugaan suap pajak yang melibatkan lingkaran Grup Adaro, maka pemeriksaan terhadap figur kunci di dalamnya menjadi sebuah keharusan yang mutlak demi tegaknya keadilan hukum," jelas Saeful Bahri, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Desakan tersebut mengemuka seiring langkah KPK yang sedang membongkar sengkarut dugaan suap dan pengurusan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Baca Juga: KPK Geledah Kantor Bappenda dan BKPSDM Bogor, Sita Dokumen Pemotongan Insentif Pajak
Saeful Bahri menilai bahwa sektor sumber daya alam dan perpajakan sering kali menjadi lumbung kebocoran penerimaan negara, akibat praktik culas oknum pengusaha yang berkolusi dengan aparatur pajak.
Menurutnya, kerugian negara dari sektor ini berdampak langsung pada tergerusnya hak-hak publik dan pembangunan nasional. Oleh karena itu, hukum harus ditegakkan seadil-adilnya tanpa memandang status sosial maupun kekuatan finansial pihak yang bersangkutan.
Dalam kesempatan tersebut, Saeful Bahri menyampaikan tiga poin penting dalam menyikapi kasus tersebut. Pertama, ia mengapresiasi langkah tegas KPK dalam mengusut kasus dugaan korupsi pajak di KPP Madya Banjarmasin.
"Meminta KPK secara resmi memanggil dan memeriksa (inisial) BT. Guna memastikan apakah terdapat keterlibatan, restu, atau pengetahuan struktural terkait praktik lancung pengurusan pajak korporasi," tuturnya.
Selain itu, PB HMI juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, dan pemuda untuk bersama-sama mengawal proses hukum ini, agar terhindar dari intervensi politik maupun tekanan kapital.
Baca Juga: Usut Korupsi Restitusi Pajak, KPK Panggil Mantan Kadiv Pajak Adaro
"Kami percaya KPK hari ini masih memiliki independensi. PB HMI bersama seluruh jejaring kepemudaan dan mahasiswa akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas," tegas Saeful Bahri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






